Thailand, Bhirawa — Kekayaan tanaman herbal Indonesia terus diperkenalkan ke kancah internasional sebagai produk pangan fungsional yang inovatif dan bernilai ekonomi tinggi. Kali ini, Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP) Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat Tematik Kerja Sama Internasional di Thammislam Foundation School, Nonthaburi, Thailand, belum lama ini.
Dalam kegiatan yang menyasar guru, penjaga kantin, hingga siswa-siswi sekolah Islam di kawasan Tha It, Distrik Pak Kret ini, tim UB mengenalkan dua inovasi produk herbal instan. Produk tersebut yakni Kunyit Asam Instant dan Beras Kencur Instant.
Tim pengabdian TIP FTAB UB ini dipimpin oleh Ketua Departemen TIP Suprayogi, STP., MP., Ph.D., bersama anggota tim Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Sakunda Anggarini, STP., M.Sc., MP., Ph.D.
Baca Juga:TIP FTAB UB Kunjungi KMITL Thailand, Jajaki Kolaborasi Akademik Global
Ketua Departemen TIP FTAB UB, Suprayogi, mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian ini dikemas dalam bentuk pelatihan pengolahan functional herbal drink. Selain mengenalkan cara pembuatan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai teknologi pengolahan, formulasi, pengemasan, hingga potensi senyawa bioaktif sebagai dasar pengembangan produk.
“Alhamdulillah, kegiatan dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan antusiasme yang sangat positif dari para peserta. Kami melihat adanya ketertarikan besar terhadap pemanfaatan tanaman herbal dan teknologi pengolahannya menjadi minuman fungsional yang praktis, aman, dan berumur simpan lebih panjang,” ujar Suprayogi.
Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam skala internasional. Pihaknya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi berlanjut pada pengembangan produk, penelitian bersama, maupun edukasi.
Suksesnya kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand yang memfasilitasi hubungan antara tim UB dan pihak Thammislam Foundation School.
Selain mentransfer pengetahuan teknologi agroindustri, program internasional ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui langkah ini, UB membuktikan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi dapat diwujudkan secara nyata melalui pengabdian masyarakat yang berdampak langsung bagi masyarakat global.mut






