Bhirawaonline.com – Perjalanan Cristiano Ronaldo bersama tim nasional Portugal berakhir dengan suasana yang jauh berbeda dari Lionel Messi bersama Argentina.
Jika Messi mendapat perpisahan penuh penghormatan dari publik negaranya, Ronaldo justru menutup karier internasionalnya di tengah polemik dengan pelatih Jorge Jesus.
Ronaldo mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah 23 tahun membela Portugal.
Keputusan tersebut datang setelah perselisihan dengan Jesus yang berujung pada sanksi larangan bermain selama 30 hari dan denda 255 euro.
Hukuman itu dijatuhkan setelah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin karena kecewa tidak masuk dalam rencana susunan pemain utama.
Situasi tersebut membuat akhir perjalanan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola terasa kurang manis.
Padahal, kontribusi Ronaldo untuk Portugal sangat besar.
Ia mengakhiri karier internasional dengan catatan 146 gol dari 234 penampilan, yang menjadi rekor dunia untuk pemain sepak bola putra di level tim nasional.
Baca Juga:
Perbandingan dengan Messi pun sulit dihindari.
Keduanya selama bertahun-tahun menjadi rival utama dalam perebutan gelar individu dan pencapaian di level klub maupun negara.
Namun, cara mereka mengakhiri perjalanan internasional memperlihatkan perbedaan yang mencolok.
Messi mendapatkan penghormatan emosional dari publik Argentina dalam penampilan terakhirnya.
Ia bahkan mencetak gol dalam pertandingan perpisahan tersebut.
Sementara Ronaldo harus menghadapi situasi yang lebih rumit setelah hubungannya dengan pelatih Portugal memburuk.
Meski demikian, perbedaan tersebut tidak menghapus pencapaian Ronaldo.
Sejak menjalani debut pada 2003, ia menjadi sosok penting yang mengubah posisi Portugal di sepak bola dunia.
Perjalanan itu tidak selalu mudah. Pada usia 19 tahun, Ronaldo harus menerima kekalahan Portugal dari Yunani di final Euro 2004.
Ia terlihat menangis setelah timnya gagal meraih gelar di hadapan pendukung sendiri.
Dua belas tahun kemudian, Ronaldo akhirnya membawa Portugal meraih gelar Euro 2016.
Meski harus meninggalkan lapangan lebih awal karena cedera pada partai final melawan Prancis, ia tetap berperan sebagai pemimpin yang menyemangati rekan-rekannya hingga Portugal menang melalui gol Eder.
Ronaldo juga mengantarkan Portugal menjuarai UEFA Nations League pada 2019 dan 2025. Di bawah pengaruhnya, Portugal berkembang menjadi tim yang selalu diperhitungkan dalam turnamen besar.
Jika Messi menutup perjalanan internasional dengan pencapaian Piala Dunia yang telah lama diimpikannya bersama Argentina, Ronaldo meninggalkan Portugal dengan rekor gol dan penampilan yang luar biasa.
Keduanya memiliki jalan berbeda, tetapi sama-sama membentuk salah satu rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola.
Pada akhirnya, akhir karier Ronaldo mungkin tidak berlangsung seperti yang diharapkan banyak penggemar. Namun, warisannya untuk Portugal tetap sulit tergantikan.
Selama lebih dari dua dekade, ia bukan sekadar pencetak gol, melainkan wajah sepak bola Portugal di panggung internasional.












