Prof. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D didampingi Nurjannah, S.Si., M.Phil., Ph.D Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Chomsin Sulistya Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa dan Zulfaidah Penata Gama, S.Si., M.Si., Ph.D Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumberdaya bersama pejabat di lingkungan FSTeM
Kota Malang, Bhirawa
Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) terus mematangkan persiapan akreditasi institusi. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mempercepat penyusunan dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) untuk skema akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) versi 3.1.
Guna menyamakan persepsi, FSTeM UB menggelar workshop intensif penyusunan dokumen LED di Ruang FSTeM 1.1, Jumat (19/6) kemarin. Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran dekanat, ketua jurusan, serta perwakilan dari 19 program studi (prodi) yang ada di lingkungan FSTeM.
Dekan FSTeM UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa workshop ini menjadi kunci penting mengingat banyaknya jumlah prodi yang berada di bawah naungan FSTeM. Koordinasi dan pemahaman yang seragam dinilai mutlak diperlukan agar proses penyusunan dokumen berjalan optimal.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh prodi memahami instrumen dan kriteria terbaru dari LAMSAMA 3.1. Dengan begitu, dokumen yang disusun dapat menggambarkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat secara riil dan maksimal,” ujar Prof. Sukir Maryanto saat membuka acara.
Ia menambahkan, bagi FSTeM UB, akreditasi bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif di atas kertas. Lebih dari itu, proses ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement) demi memberikan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.
Workshop ini menghadirkan Wakil Direktur Bidang Akreditasi Dewan Eksekutif LAMSAMA yang juga perwakilan Himpunan Kimia Indonesia, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., sebagai narasumber utama secara daring.
Dalam paparannya, Prof. Roto mengingatkan agar tim penyusun tidak terjebak pada formalitas administratif. Dokumen LED yang baik harus mampu memotret secara komprehensif kualitas tata kelola, proses akademik, sumber daya manusia, hingga capaian luaran dari setiap prodi.
”Dokumen evaluasi diri menjadi instrumen krusial karena mencerminkan kemampuan prodi dalam melakukan refleksi terhadap kondisi aktual. Dari sana, prodi harus bisa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta menyusun strategi pengembangan yang berkelanjutan,” jelas Prof. Roto.
Acara yang berlangsung interaktif ini diisi dengan sesi diskusi mendalam serta pendampingan teknis terkait butir-butir instrumen LAMSAMA 3.1. Melalui kesiapan yang matang ini, FSTeM UB optimistis seluruh prodi siap menghadapi visitasi dan mampu meraih predikat akreditasi terbaik sesuai standar mutu nasional.mut










