56 mahasiswa secara resmi dilepas untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional
Malang, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi berdaya saing global. Sebanyak 56 mahasiswa secara resmi dilepas untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, Jumat (17/7) kemarin. Puluhan mahasiswa tersebut dijadwalkan bertolak pada 21 Juli mendatang menuju tiga negara tujuan, yakni Thailand, Taiwan, serta Malaysia (Penang dan Selangor).
Langkah strategis Kampus Putih ini menjadi bentuk konkret implementasi ilmu pengetahuan sekaligus penguatan diplomasi Indonesia melalui pengabdian masyarakat di tingkat internasional. Selama 25 hari ke depan, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang adaptif dan solutif.
Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd., menjelaskan bahwa program KKN Internasional ini merupakan agenda berkelanjutan yang sejalan dengan visi UMM sebagai kampus berdampak. Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai pelaksana program kerja biasa, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa inovasi nyata.
”Mahasiswa di sana menjadi bagian dari diplomasi Indonesia melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Dr. Arina di sela-sela acara pelepasan.
Untuk memastikan kelancaran program, UMM memberikan dukungan penuh mulai dari akomodasi keberangkatan, pendampingan melekat selama program, koordinasi intensif bersama KBRI dan diplomat Indonesia, hingga jembatan kemitraan dengan universitas lokal di negara tujuan. Fasilitas ini diharapkan membuka peluang kolaborasi akademik jangka panjang dan studi lanjut bagi mahasiswa.
Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa esensi pendidikan tinggi tidak boleh mandek di dalam ruang kelas saja. Menurutnya, perguruan tinggi wajib mempertemukan mahasiswa dengan realitas persoalan masyarakat agar ilmu yang diemban bisa diuji dan diterapkan secara langsung.
”Modal terpenting dalam KKN Internasional adalah kemampuan berkomunikasi lintas budaya. Ketika mampu memahami kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, mahasiswa akan menjadi pribadi yang lebih adaptif, lebih terbuka terhadap perubahan, serta memiliki cara pandang yang lebih luas dalam menghadapi berbagai persoalan,” tutur Prof. Nazaruddin.
Ia menambahkan, pengalaman internasional ini menjadi bekal krusial bagi mahasiswa dalam menghadapi pasar kerja global yang kian kompetitif. Selain mengasah aspek akademik, kepekaan sosial dan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru yang multikultural akan menjadi nilai tambah tersendiri.
Melalui program ini, manajemen UMM optimis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang melintasi batas-batas negara serta mampu menghadirkan dampak positif di level internasional.mut











