Jakarta, Bhirawa – Di tengah euforia Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026, terdapat kabar tentang pemain muda yang memilih pindah federasi sepak bola dari Indonesia (PSSI) ke Finlandia (SPL).
Pemain tersebut adalah Noha Pohan yang menurut data FIFA resmi berpindah federasi pada 30 September 2026.
Padahal, sebelumnya Noha Pohan sempat membela Timnas Indonesia U-17 pada 2025 dan 2026.
Baca Juga: Kevin Diks Sempat Heran, Skor 7-2 Belum Cukup untuk Timnas Indonesia Lolos ke Final
Pernah Bela Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 2026
Pemain keturunan Indonesia dari pihak bapak dan Finlandia dari pihak ibu, pernah membela Timnas Indonesia U-17 di Piala Kemerdekaan 2025 dan Piala Asia U-17 2026.
Di Piala Kemerdekaan, ia selalu bermain dalam tiga pertandingan pada Agustus 2025.
Ia juga bermain hingga 52 menit saat Indonesia menang 2-0 atas Uzbekistan.
Pemain yang masih berusia 16 tahun ini juga tampil di Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi.
Ia selalu bermain dalam laga tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut.
Pohan turut menjadi bagian dari kemenangan 1-0 atas China.
Kemudian, bermain lagi saat kalah 0-2 dari Qatar dan takluk 0-1 dari Jepang.
Baca Juga: Singapura Siap Tatap Piala Asia 2027 dengan Pemain Naturalisasi Baru
Noha Pohan Sudah Ambil Keputusan
Meski sudah mempunyai sekitar enam penampilan bersama Garuda Muda, Noha Pohan Simangunsong menetapkan pilihan untuk menjadi pemain Finlandia.
Menurut aturan FIFA artikel 9, seorang pesepak bola hanya bisa satu kali berpindah federasi, sehingga pemain kelahiran Jakarta, 12 Maret 2010 sudah tak bisa lagi membela Garuda di dada.
Ini membuat Indonesia kehilangan satu pemain muda yang berposisi gelandang tengah.
Salah satu posisi yang krusial di dalam sebuah permainan yang menuntut pemain yang seimbang dalam kemampuan bertahan maupun menyerang sama baiknya.
Walau demikian, segala keputusan adalah hak individu dan keluarganya masing-masing, sehingga publik juga tak bisa menghakimi.
Bahkan, ketika kabar ini beredar di media sosial, tak sedikit warganet Indonesia justru mendukung keputusan tersebut.
Menurut mereka, keputusan Noha Pohan tepat karena demi kesejahteraan masa depan sebagai warga negara Eropa.(DS)











