Dosen UM Siap Ubah Pola Pikir Mahasiswa lewat Pelatihan Transformatif Kemdiktisaintek

Malang,Bhirawa – Universitas Negeri Malang (UM) bekerja sama dengan Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek menggelar Pelatihan Pembelajaran Transformatif bagi Dosen Tahun 2026 di Atria Hotel pada Jumat–Minggu (7–9/8). Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pengajar dalam merancang serta memfasilitasi proses belajar yang mampu mengubah perspektif dan pola pikir mahasiswa.

​Program ini dirancang khusus agar dosen tidak sekadar menyampaikan materi kuliah, melainkan memfasilitasi mahasiswa berpikir reflektif melalui empat tahapan utama: trigger, reflection, action, dan integration. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong menghubungkan teori akademik dengan pemecahan masalah nyata di masyarakat.

​Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Turut hadir Ketua LPPP UM Prof. Dr. Hardika, M.Pd., Sekretaris LPPP UM Prof. Dr. Lia Yuliati, M.Pd., serta tim Kemdiktisaintek yang dipimpin Direktur SSPT Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D., dan Ketua Pokja Model Pembelajaran Transformatif Dr. Neneng Khafidho, S.S., M.M.

​Sebanyak 50 dosen terpilih menjadi peserta pelatihan ini, terdiri dari 25 wakil fakultas di UM dan 25 perwakilan perguruan tinggi se-Malang Raya. Kolaborasi lintas kampus ini menjadi ruang pertukaran pengalaman sekaligus memperkuat jejaring pengembangan kualitas pendidikan tinggi di daerah.

​Pelatihan berlangsung dalam bobot 92 Jam Pelajaran (JP) yang terbagi menjadi tiga tahapan:

​Pembelajaran Mandiri Daring (25 JP): Pendalaman pemahaman konseptual.

​Tatap Muka Luring (55 JP): Simulasi peer-teaching dan penyusunan draf Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

​Praktik Baik & Refleksi Daring (12 JP): Evaluasi dan penerapannya di kelas.

​Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (PKP) LPPP UM, Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., Ph.D., menegaskan bahwa pelatihan ini selaras dengan ciri khas UM, yaitu Kurikulum Berbasis Kehidupan (Life-Based Learning). Selain itu, kepercayaan kementerian kepada UM—bersama UPI dan UNM—semakin memperkuat posisi UM sebagai pelopor kualitas pendidikan nasional.​Para peserta ditargetkan menghasilkan portofolio RPS transformatif, instrumen asesmen, laporan praktik baik, hingga Rencana Tindak Lanjut (RTL). Langkah ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *