Dua Dosen UB Raih Penghargaan Best Presenter di IAIT Bangkok 2026

Henny Rosalinda, S.IP., M.A., Ph.D. dosen  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB.

Kota Malang, Bhirawa

Dua dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Keduanya sukses meraih penghargaan Best Presenter pada ajang The 14th International Conference on Advances in Information Technology (IAIT 2026) yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 17-19 Juni 2026.

​Kedua dosen berprestasi tersebut adalah Muhammad Ali Fauzi, S.Kom., M.Kom., Ph.D dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dan Henny Rosalinda, S.IP., M.A., Ph.D. dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB.

​Muhammad Ali Fauzi dinobatkan sebagai Best Presenter pada Session 9: Cybersecurity, Privacy, and Threat Intelligence lewat penelitiannya yang berjudul “Hybrid GCN-LSTM for Privacy-Preserving Fall Detection in Human Pose-Based Elderly Monitoring Systems.” Penelitian ini mengembangkan pendekatan untuk mendeteksi risiko jatuh pada lansia melalui analisis pose tubuh dengan tetap menjaga privasi dan keamanan data pribadi pengguna. Tak hanya itu, Ali Fauzi juga mendapat kehormatan menjadi Invited Speaker dengan membawakan topik terkait Trustworthy AI.

​Sementara itu, Henny Rosalinda yang juga menjabat sebagai Deputy Global Academic Affairs UB, berhasil menyabet Best Presenter pada Session 10: Data Governance, AI Policy, and Digital Transformation. Ia membawakan paper berjudul “SAFE AI: Designing a Gender-Responsive and Child-Safe AI Framework” yang mengintegrasikan perspektif responsif gender dan perlindungan anak dalam desain sistem kecerdasan artifisial.

​Saat dikonfirmasi, Henny Rosalinda mengaku bersyukur atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan melainkan melalui kerja keras dan proses seleksi ilmiah yang sangat ketat.

​”Alhamdulillah tidak sia-sia kerja keras kami selama ini. Sebelum dipresentasikan pada IAIT 2026, setiap paper harus melalui proses seleksi mulai dari peer review internasional, revisi berdasarkan masukan para reviewer, hingga penyempurnaan substansi penelitian,” ujar Henny.

​Ia menambahkan, proses beberapa putaran revisi dari para reviewer dunia justru menjadi pengalaman berharga yang membuat kualitas penelitian mereka semakin kuat dan teruji.

​Untuk diketahui, IAIT 2026 merupakan konferensi internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh School of Information Technology, King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand, bekerja sama dengan IEEE Computational Intelligence Society (IEEE CIS). Tahun ini, konferensi tersebut mengusung tema “Trustworthy AI and Cybersecurity: Foundations for a Resilient Digital Future”.

​Seluruh paper yang dinyatakan diterima dalam forum ini dipublikasikan dalam ACM International Conference Proceedings Series (ICPS) yang terindeks dalam berbagai basis data ilmiah internasional.

​Prestasi tingkat dunia yang diraih oleh Dr. Muhammad Ali Fauzi dan Dr. Henny Rosalinda ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Brawijaya dalam menghasilkan penelitian unggul yang mampu menjawab tantangan global melalui inovasi teknologi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kemanusiaan.mut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *