Dukung Pemulihan Lahan Tercemar, Tim FTAB UB Ciptakan PhytoTracker Berbasis AI

PhytoTracker Berbasis AI dipresentasikan oleh Tim FTAB UB di tingkat internasional 

Kota Malang, Bhirawa – Tim Sri Redjo dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) sukses unjuk gigi di kancah internasional. Mereka mempresentasikan inovasi bertajuk “PhytoTracker: AI-Based Monitoring of Sunflower Phytoremediation in Contaminated Brownfields” dalam ajang 2026 ASEAN Regional Forum on Soil and Groundwater Challenges di Songshan Cultural and Creative Park, Taipei, Taiwan, Sabtu (25/7) lalu.

​Tim yang terdiri dari mahasiswa Faisal Adi Pambukotomo, M. Raihan Fithra Jannatan, dan Egant Zanuar di bawah bimbingan dosen Aulia Nur M tersebut mewakili FTAB UB dalam ajang bergengsi Investigation and Remediation Research Competition.

​Faisal Adi Pambukotomo menjelaskan, PhytoTracker merupakan sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dirancang khusus untuk mendukung proses fitoremediasi menggunakan tanaman bunga matahari pada lahan tercemar (brownfields).

​”Sistem ini mengintegrasikan pengambilan citra, teknologi computer vision, dan analisis berbasis AI untuk mengidentifikasi kondisi serta gejala stres pada tanaman secara lebih cepat, objektif, dan berkelanjutan,” ujar Faisal saat dikonfirmasi, belum lama.

​Inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab berbagai kelemahan metode pemantauan konvensional yang selama ini masih sangat bergantung pada observasi visual langsung, pengujian laboratorium yang memakan waktu lama, serta biaya operasional yang relatif tinggi.

​Dengan hadirnya PhytoTracker, kondisi fisik dan tingkat kesehatan tanaman dapat dipantau secara real-time sebagai indikator utama dalam mengevaluasi efektivitas pemulihan kualitas tanah yang terkontaminasi bahan pencemar.

​Keikutsertaan Tim Sri Redjo dalam forum internasional yang mempertemukan pakar, akademisi, dan delegasi dari pelbagai negara ASEAN seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam ini menjadi wujud nyata komitmen FTAB UB dalam mendorong mahasiswa melahirkan solusi lingkungan tingkat global.

​”Partisipasi ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkenalkan gagasan inovatif mahasiswa UB di tingkat regional, serta memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi riset di kawasan ASEAN,” pungkasnya. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *