Mahasiswa FTAB UB mengajari warga Kelurahan Purwodadi memanfaatkan limbah minyak menjadi lilin
Kota Malang, Bhirawa-Tak banyak yang menyadari bahwa minyak goreng bekas (jelantah) yang sering dianggap sebagai limbah rumah tangga masih memiliki nilai guna tinggi apabila diolah dengan tepat. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB), Muhammad Lutfi, menggelar pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin sederhana di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Kegiatan yang dikemas dalam program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) ini hadir sebagai solusi konkret atas permasalahan limbah minyak goreng bekas yang kerap dibuang sembarangan. Kebiasaan membuang jelantah langsung ke saluran air maupun tanah dapat mencemari ekosistem, memicu penyumbatan drainase, serta menurunkan kualitas tanah secara signifikan.
Pelatihan yang diikuti 12 anggota Ibu-ibu PKK Kelurahan Purwodadi tersebut diawali dengan penyampaian materi edukatif mengenai bahaya jelantah terhadap lingkungan. Materi disajikan secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab untuk menggugah kesadaran peserta.
Setelah pembekalan teori, para peserta langsung diajak mempraktikkan proses pembuatan lilin. Mulai dari pemurnian dan penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan. Peserta nampak antusias mencoba setiap tahapan pembuatan lilin ramah lingkungan tersebut.
Sebagai pendukung, para peserta juga dibekali leaflet edukatif yang memuat langkah-langkah pembuatan lilin serta edukasi bahaya limbah jelantah untuk dipelajari kembali di rumah.
Efektivitas kegiatan ini terbukti dari hasil evaluasi pretest dan posttest. Skor rata-rata pemahaman peserta melonjak signifikan dari 2,18 menjadi 3,65 (skala 4). Peningkatan paling tajam terlihat pada aspek pemahaman teknik pembuatan lilin, dari skala 1,08 melesat ke angka 3,58. Sebanyak 11 dari 12 peserta yang semula tidak tahu, kini seluruhnya telah memahami tata cara pengolahannya secara mandiri.
Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Rizki L. R. Silalahi, Ph.D., mengapresiasi inovasi mahasiswa bimbingannya. Menurutnya, program ini berkontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
”Melalui pemanfaatan kembali minyak jelantah menjadi produk bernilai guna, kita mengurangi beban pencemaran air dan mendorong pengelolaan limbah berbasis masyarakat. Semoga langkah sederhana ini menginspirasi gerakan pengolahan limbah yang lebih luas demi lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” tegas Rizki.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Rahayu Ningtyas, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa UB tersebut.
”Terima kasih untuk adik-adik mahasiswa yang sudah melatih kami. Ternyata seru dan mudah belajar membuat lilin dari minyak jelantah. Padahal biasanya minyak bekas ini langsung kami buang. Sekarang kami paham ternyata bisa diubah jadi produk yang bermanfaat,” ungkapnya senang.mut






