Karyanik ST MT.
Kotaa Malang, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang membawa dampak nyata bagi masyarakat. Melalui hilirisasi riset, tim peneliti Kampus Putih sukses mengamankan paten atas inovasi Mesin Ekstraksi Sari Buah Mengkudu berbasis Hot Dry Steam (HDS). Inovasi ini diproyeksikan menjadi solusi strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan nilai ekonomi produk herbal lokal.
Temuan inovatif ini lahir dari tangan dingin mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian UMM, Karyanik ST MT. Dalam pengembangannya, ia didampingi oleh tim promotor yang terdiri dari Prof Dr Ir Aniek Iriany MP, Prof Dr Ir Warkoyo MP, serta Ir Iis Siti Aisyah ST MT PhD IPM. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa riset akademis di UMM tidak sekadar mandek di atas kertas atau publikasi ilmiah, melainkan mampu menjawab tantangan nyata di sektor industri.
Menurut Karyanik, pengembangan mesin ekstraksi HDS ini dipicu oleh keprihatinannya terhadap metode pengolahan mengkudu konvensional yang masih marak di masyarakat. Metode lama seperti perebusan langsung atau fermentasi dinilai memakan waktu lama dan berisiko merusak kandungan gizi penting.
”Buah mengkudu kaya akan scopoletin, flavonoid, fenolik, dan antioksidan yang sangat baik untuk kesehatan. Namun, metode konvensional sering kali merusak senyawa aktif sensitif tersebut. Karena itu, kami merancang mesin ekstraksi ini sebagai alternatif teknologi yang lebih higienis dan efisien untuk UMKM maupun industri herbal,” ujar Karyanik saat dikonfirmasi, Kamis (16/7).
Penelitian yang berjalan selama 24 bulan sejak tahun 2023 ini menawarkan teknologi sterilisasi modern. Mesin rancangannya memanfaatkan uap kering bersuhu tinggi tanpa kontak langsung dengan air. Dengan sistem kontrol tekanan dan temperatur yang presisi, mesin ini tidak hanya mampu menjaga kestabilan senyawa bioaktif mengkudu, tetapi juga jauh lebih hemat energi.
Karyanik menambahkan, keandalan mesin ini telah diuji secara teknis maupun laboratorium, sehingga sangat layak dan aman untuk digunakan oleh masyarakat luas dalam menstandarisasi produk herbal mereka.
”Hasil uji menunjukkan mesin mampu bekerja sangat stabil. Distribusi uap, temperatur, dan tekanannya berjalan sesuai parameter yang ditetapkan. Sistem Hot Dry Steam terbukti menghasilkan ekstrak berkualitas tinggi yang mendekati target penelitian, terutama dalam menjaga keutuhan kandungan bioaktif bahan baku,” paparnya terperinci.
Hadirnya teknologi yang difasilitasi penuh oleh UMM ini membuka peluang lebar bagi pengembangan industri pangan, suplemen kesehatan, hingga kosmetik berbahan alami di tingkat lokal.
Karyanik menegaskan, komitmennya tidak berhenti sampai di sini. Ia bersama tim peneliti UMM akan terus menyempurnakan teknologi ini agar memiliki kapasitas produksi yang lebih besar.
”Harapan kami, mesin ini benar-benar membawa dampak ekonomi di tingkat akar rumput. Ke depan, alat ini akan terus kami kembangkan agar bisa diaplikasikan ke berbagai jenis tanaman herbal lainnya. Ini adalah bagian dari komitmen hilirisasi riset UMM untuk mempercepat kemandirian industri herbal berbasis komoditas lokal di Indonesia,” pungkasnya.mut









