Edukatif, Ratusan Siswa SD di Malang Ikuti Kids English Camp Berbasis Digital UMM

Mengisi kegiatan positif saat liburan dengan Kids English Camp 

Kota Malang, Bhirawa

Mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang produktif dan edukatif, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (English Language Education Department – ELED) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar agenda inovatif bertajuk School Holiday Program: Kids English Camp berbasis digital.

​Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Senin (29/6) hingga Kamis (2/7) tersebut dipusatkan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 dan area Perpustakaan Pusat UMM. Agenda ini sukses menarik antusiasme tinggi dengan diikuti lebih dari 110 peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) di wilayah Malang Raya.

​Dosen ELED UMM sekaligus penyelenggara kegiatan, Khoiriyah SPd MA, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai wadah pengayaan bahasa asing dengan materi yang disesuaikan berdasarkan tingkatan kelas anak. Istimewanya, pelaksanaan camp ini terintegrasi langsung dengan kelas profesional Center of Excellence (CoE) English for Young Learners (EYL) milik UMM.

​“Melalui ekosistem CoE ini, mahasiswa UMM mendapatkan kesempatan emas dan ruang praktis untuk terjun langsung mempraktikkan keterampilan mengajar mereka kepada anak-anak secara nyata,” ujar Khoiriyah di sela-sela kegiatan, Selasa (30/6).

​Sepanjang jalannya acara, para peserta disuguhi berbagai aktivitas interaktif, mulai dari pembelajaran berbasis gim digital (Fun English with digital game-based learning), perpaduan bahasa dan sains (English and Science), hingga ragam aktivitas luar ruangan. Sebagai puncak acara, panitia menghadirkan sesi Be Global – Learn English with Foreigner yang mempertemukan anak-anak langsung dengan warga negara asing dan mahasiswa internasional di UMM.

​Lebih jauh, Khoiriyah menegaskan program ini mengusung misi strategis dalam menyokong kebijakan pendidikan nasional. UMM siap memposisikan diri sebagai pilar pendukung utama bagi rencana pemerintah yang akan kembali menetapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD pada tahun 2027 mendatang.

​Terobosan metode pembelajaran lewat pendekatan belajar sambil bermain (learning by doing) ini pun menuai apresiasi tinggi dari para wali murid. Iin Nur Aini, salah satu orang tua peserta, mengaku sangat terbantu karena waktu libur panjang sang anak dapat terisi dengan kegiatan yang positif, sekaligus meningkatkan kecintaan mereka terhadap bahasa Inggris sejak dini. mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *