FTAB UB Gelar Expo 3M 2026, Hadirkan Puluhan Inovasi Teknologi Tepat Guna

Prof. Dr. Ir. Yusuf Hendrawan, S.TP., M.App.Life Sc., Ph.D.,

Kota Malang, Bhirawa

Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar Expo Mahasiswa Membangun Mitra (3M) 2026 yang dilaksanakan pada Senin (29/6) hari ini di gedung FTAB UB. Ajang tahunan ini menampilkan puluhan inovasi teknologi tepat guna hasil karya mahasiswa yang dirancang sebagai solusi nyata atas berbagai persoalan di masyarakat Kota Malang.

​Dekan FTAB UB, Prof. Dr. Ir. Yusuf Hendrawan, S.TP., M.App.Life Sc., Ph.D., menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari komitmen kampus dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Menurutnya, seluruh inovasi yang lahir dari mahasiswa didorong untuk memiliki dampak langsung pada produktivitas dan kelestarian lingkungan.

​”Kami ingin memastikan bahwa teori dan riset yang dikembangkan di ruang kuliah tidak berhenti di atas kertas, melainkan mewujud menjadi teknologi tepat guna yang langsung menjawab kebutuhan riil masyarakat dan pelaku usaha mikro,” ujar Prof. Yusuf Hendrawan.

​Dalam expo kali ini, sebanyak 57 kelompok mahasiswa terlibat aktif mengembangkan berbagai alat inovatif yang disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan kelurahan mitra masing-masing. Nantinnya tiap kelurahan akan mendapat bantuan satu alat dan diberikan secara cuma-cuma

Ragam inovasi tersebut didominasi oleh teknologi pengolahan sampah, pengolahan hasil pertanian, pengelolaan limbah, hingga peralatan penunjang produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

​Beberapa inovasi menarik yang dipamerkan di antaranya adalah alat pencacah plastik bertenaga listrik dan pedal manual, mesin pencacah plastik berbahan bakar bensin, serta alat budidaya cacing African Night Crawler yang diintegrasikan dengan sistem pembuatan sabun dari minyak jelantah.

​Selain itu, mahasiswa juga memamerkan mesin perajang multifungsi, biochopper limbah organik, mesin pengolahan sampah rumah tangga, rocket stove portable, mesin pengering bunga telang berbasis infrared, hingga sistem budidaya maggot yang dilengkapi dengan smart monitoring.

​Tak hanya fokus pada isu lingkungan, inovasi mahasiswa FTAB UB juga menyasar pada peningkatan efisiensi UMKM lokal. Dukungan teknologi ini diwujudkan melalui pembuatan continuous vacuum sealer, mesin blender dengan sistem penyaringan otomatis, mesin peniris jamu, serta alat penjernih minyak jelantah berbahan bioadsorben serabut kelapa. Di sisi lain, diperkenalkan juga komposter sederhana, biodigester rumah tangga, serta sistem pencacah sekaligus pemadat limbah plastik.

​Prof. Yusuf menambahkan, seluruh produk teknologi ini dirancang di bawah pendampingan ketat para dosen FTAB UB. Proses pembuatannya pun didasarkan pada karakteristik dan pemetaan kebutuhan di masing-masing wilayah binaan.

​Melalui program 3M ini, FTAB UB tidak sekadar mendorong lahirnya produk teknologi, melainkan juga membangun kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan lingkungan, mengoptimalkan pengelolaan sampah, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal.

​”Melalui Expo 3M 2026 ini, kami berharap puluhan inovasi ini dapat diadopsi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Tujuan akhirnya adalah memberikan dampak secara nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan, memacu produktivitas usaha, sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga di Kota Malang,” pungkasnya.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *