Rapat persiapan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Nalar Mahasiswa Kritis, Aksi Strategis: Dari Malang untuk Indonesia”
Kota Malang, Bhirawa
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya dalam mengawal isu kebangsaan. Hal ini diwujudkan melalui rencana gelaran Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Nalar Mahasiswa Kritis, Aksi Strategis: Dari Malang untuk Indonesia” yang akan dilaksanakan di Aula Rumah Singgah Kampus 2 UIN Malang.
Kegiatan yang mempertemukan kalangan akademisi, praktisi nasional, dan aktivis mahasiswa se-Malang Raya ini bertujuan untuk merumuskan langkah konkret mahasiswa dalam merespons dinamika kebijakan publik di Indonesia.
Ketua DEMA UIN Malang, Ahmad Ghozali Abbas, menyampaikan bahwa forum ini didesain sebagai ruang produksi gagasan, bukan sekadar diskusi rutin.
”Mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi nyata, tidak hanya berhenti pada kritik semata. Melalui FGD ini, kami ingin ada produk pemikiran yang konstruktif,” tegas Ghozali, Senin (4/5).
Hal senada disampaikan, Ketua SEMA UIN Malang, Muhammad Shidqi Amru, menambahkan bahwa kolaborasi antar-lembaga mahasiswa ini sangat krusial untuk memperkuat posisi tawar mahasiswa dalam ruang publik. Menurutnya, suara mahasiswa harus memiliki dampak nyata yang diformulasikan melalui rekomendasi kebijakan formal.
Acara ini dijadwalkan dibuka langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, dengan keynote speaker Prof. Agus Maimun. Poin utama dalam diskusi ini adalah kehadiran Staf Ahli Menko Polkam RI, Stepi Anriani, sebagai narasumber utama yang akan membedah isu strategis terkait kebijakan publik dari perspektif pemerintah pusat.
Menariknya, puncak kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pemaparan materi. Para peserta yang terdiri dari perwakilan BEM Malang Raya akan dibagi ke dalam kelompok kerja untuk menyusun policy brief (rekomendasi kebijakan).
”Hasil diskusi dan rekomendasi usulan mahasiswa ini nantinya akan didokumentasikan dalam sebuah buku. Dokumen inilah yang kemudian akan dibawa oleh Staf Ahli Menko Polkam RI sebagai bahan telaah kebijakan di tingkat nasional,” tambah Shidqi.
Melalui inisiatif ini, DEMA dan SEMA UIN Malang berharap dapat membuktikan bahwa mahasiswa Malang tetap menjadi barometer gerakan intelektual yang solutif. Selain menjadi agen perubahan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa melalui pemikiran yang kritis namun tetap berbasis pada data dan kajian yang matang.mut







