Malang, Bhirawa-Kreativitas dan bakat seni siswa SMAN 1 Turen, Kabupaten Malang, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat perguruan tinggi. Grup band pelajar bernama SKUNK N SCAR berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang bergengsi Lomba Band Promosi Musik yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa wadah ekstrakurikuler di sekolah mampu menjadi ruang produktif bagi peserta didik untuk mengasah potensi, kedisiplinan, serta kerja sama tim hingga berbuah pencapaian nyata.
Grup musik SKUNK N SCAR terbilang unik karena diperkuat oleh kolaborasi enam personel lintas tingkat kelas, mulai dari jenjang kelas X hingga XII. Mereka adalah Muhammad Farid Zhahira (XII-G), Alfarenso Winardi (XII-H), Arienda Mutia Rahma (XII-J), Alsendo Septa Demesbit (XI-K), M. Akhdan Alqisthy (XI-L), dan Moses Hanggara (X-G).
Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan ini kian menegaskan pentingnya sekolah memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas non-akademik.
“Prestasi yang diraih SKUNK N SCAR tentu menjadi kebanggaan besar bagi seluruh keluarga besar SMAN 1 Turen. Kami berharap capaian manis ini mampu memotivasi siswa-siswi lainnya agar lebih berani menggali potensi, berkompetisi secara sehat, dan mengukir prestasi sesuai minat masing-masing,” ujar Agus, Jumat 16/10.
Agus menambahkan, pembinaan ekstrakurikuler secara berkelanjutan tidak hanya sekadar mengincar piala, tetapi juga membentuk karakter positif seperti rasa percaya diri, tanggung jawab, dan soliditas antarsiswa.
Di balik kesuksesan tersebut, perjalanan SKUNK N SCAR menuju podium juara tidak lepas dari perjuangan keras. Di bawah bimbingan pembina ekstrakurikuler musik, Hizkia Adi, para personel harus cermat membagi waktu antara kewajiban belajar di kelas dengan jadwal latihan, hingga proses bongkar pasang aransemen lagu.
Perwakilan personel SKUNK N SCAR mengungkapkan rasa syukur dan bangganya usai tampil memukau di hadapan dewan juri dan penonton. Baginya, panggung kompetisi memberikan suntikan energi luar biasa setelah melalui fase persiapan yang melelahkan.
“Rasanya campur aduk saat nama band kami diumumkan sebagai juara. Latihan berhari-hari, penyesuaian jadwal yang tidak mudah, hingga penyempurnaan aransemen terbayar tuntas saat kami tampil. Kami berterima kasih kepada pihak sekolah, pembina, serta semua pihak yang telah mendukung. Bagi kami, ini langkah awal untuk terus melahirkan karya yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Pembina Ekstrakurikuler Musik SMAN 1 Turen, Hizkia Adi, berpesan agar para personel tidak cepat berpuas diri. Ia mendorong para siswa untuk terus menjaga konsistensi berkarya dan menjadikan kompetisi ini sebagai batu loncatan menuju capaian yang lebih tinggi.
“Selamat untuk anak-anak. Teruslah berkarya, terus bertumbuh, dan buktikan bahwa ini baru awal dari prestasi-prestasi berikutnya,” pungkasnya.mut












