Jakarta, Bhirawa – Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa Muktamar NU ke-35 adalah ruang kedaulatan untuk berkhidmat.
Pesan ini tersampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang NU Jakarta Pusat, Senin (24/8) lalu.
Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Yahya —sapaannya—menyempatkan untuk hadir dalam pelantikan PCNU Jakarta Pusat untuk memberi pesan penting kepada warga Nahdliyin di Jakpus.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU ke-35, Gus Yahya Uluk Salam ke Pusara Muassis di Jombang
Muktamar NU Bukan Ruang Politik Pragmatis
“Muktamar adalah ruang kedaulatan. Kedaulatan itu harus diniatkan semata-mata untuk berkhidmat, mencari kemaslahatan jama’ah, dan mengharap mardhatillah,” ujar Yahya melalui laman resmi pribadinya.
“Jam’iyah Nahdlatul Ulama adalah jam’iyatun ‘adilin wa amanin. Apa pun perdebatan di Muktamar, rujuklah pada ilmunya ulama, keadilan, dan kedamaian, bukan kalkulasi politik pragmatis,” tegasnya.
“Mari jaga agar NU sungguh-sungguh tersambung sebagai ikatan ruhani (jundul arwah) demi kemaslahatan bersama,” imbaunya.
Baca Juga: Gus Yahya Tinjau Venue Muktamar NU ke-35, Tekankan Transparansi dan Kondusivitas
Gus Yahya Tiba di Jombang
Usai menghadiri pelantikan PCNU Jakarta Pusat, Gus Yahya segera menuju Jombang.
Di sinilah Muktamar ke-35 NU akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Lokasi pembukaan akan bergulir di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas.
Lalu, acara inti Muktamar NU 2026 akan terlaksana di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas.(DS)






