Sanuri Ketua RT Jalan Joyo Raharjo VI
Kota Malang, Bhirawa
Semangat kemandirian ekonomi ditunjukkan oleh Sanuri, Ketua RT di Jalan Joyo Raharjo VI, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru.
Di tengah kesibukannya melayani warga, ia berhasil merintis produksi sabun herbal berbahan dasar buah dan rempah. Namun sayang, inovasi menjanjikan ini masih terganjal masalah perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sanuri mengungkapkan bahwa produk “Sabun Sehat” yang ia kembangkan lahir dari keprihatinan akan minimnya produk perawatan tubuh yang benar-benar alami. Selama dua tahun terakhir, ia konsisten memproduksi sabun tanpa campuran bahan kimia sintetis.
”Produksi ini sudah berjalan dua tahun. Niat saya ingin menghadirkan alternatif sabun yang aman dan ramah bagi kulit masyarakat. Bahan bakunya murni rempah dan buah,” ujar Sanuri saat ditemui di kediamannya, kemarin.
Meski memiliki potensi pasar yang besar, pria yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial ini mengaku belum berani melakukan ekspansi pasar secara masif. Kendala administrasi menjadi tembok besar yang menghalangi produknya masuk ke pasar digital maupun ritel modern.
”Masalah utamanya memang di izin BPOM. Saya ingin usaha ini legal dan terjamin kualitasnya sebelum dipasarkan luas. Kalau izin sudah ada, rencana akan kami masukkan ke marketplace seperti Shopee dan lainnya,” jelasnya.
Selama ini, pemasaran masih dilakukan secara konvensional dan terbatas di wilayah Merjosari serta beberapa titik di luar desa. Dengan penuh semangat, Sanuri bahkan melakukan jemput bola dengan menawarkan produknya ke kafe-kafe yang menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa di kawasan Lowokwaru.
”Alhamdulillah responnya bagus karena aromanya alami, tidak menyengat. Tapi ya itu, saya masih berhati-hati karena ingin menjaga kepercayaan konsumen melalui legalitas,” tambahnya.
Sanuri menggantungkan harapan besar kepada Pemerintah Kota Malang, khususnya dinas terkait, untuk memberikan pendampingan intensif. Ia berharap ada kemudahan atau fasilitasi dalam pengurusan izin edar bagi pelaku UMKM akar rumput seperti dirinya.
Visi Sanuri bukan sekadar mencari keuntungan pribadi. Ia bercita-cita menjadikan produksi sabun herbal ini sebagai sentra ekonomi kreatif yang melibatkan ibu-ibu di lingkungan RT-nya.
”Harapan saya pemerintah hadir mendampingi proses BPOM-nya. Jika sudah legal, produksinya bisa kami besarkan dengan melibatkan ibu-ibu RT. Ini adalah peluang pemberdayaan warga,” pungkasnya.
Kisah Sanuri menjadi potret nyata inovasi lokal yang membutuhkan sentuhan kebijakan pemerintah agar produk herbal asli Malang mampu bersaing di pasar nasional.mut








