Malang, Bhirawa – SMAN 1 Turen resmi meluncurkan Museum Miepra sebagai upaya merawat jejak sejarah, mendokumentasikan rekam jejak institusi, serta memanfaatkan prestasi dan karya siswa sebagai sarana pembelajaran kontekstual. Peresmian fasilitas edukasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., MM., Minggu 25/10.
Aries menyampaikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan manajemen SMAN 1 Turen. Menurutnya, keberadaan museum di lingkungan satuan pendidikan merupakan instrumen krusial dalam menjaga memori kolektif agar tidak terputus di kalangan generasi penerus.
”Jika sejarah itu hilang, para siswa tidak akan mengenal proses tumbuh kembang sekolahnya dan kehilangan jejak perjalanan almamaternya,” tutur Aries saat memberikan sambutan.
Ia menambahkan, tidak sedikit peserta didik yang saat ini minim wawasan terkait latar belakang pendirian sekolah, profil para kepala sekolah terdahulu, hingga rekam potensi yang pernah diukir. Karena itu, museum hadir menjembatani jarak historis tersebut melalui representasi visual yang konkret.
Selain mendokumentasikan artefak masa lampau, Aries mendorong pihak sekolah untuk terus memperbarui isi pameran, khususnya capaian prestasi siswa tingkat nasional, serta mengadopsi teknologi digital.
”Penggunaan media visual digital seperti museum pendidikan di Singapura dapat menghadirkan pengalaman belajar yang jauh lebih dinamis bagi generasi muda. Siapa pun pimpinan berikutnya, museum ini harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, M.Pd., menjelaskan bahwa pendirian Museum Miepra telah dirintis sejak setahun terakhir. Fasilitas ini dirancang tidak sekadar sebagai ruang penyimpanan arsip, melainkan pusat edukasi aktif bagi warga sekolah.
”Museum ini menjadi media pembelajaran bagi anak-anak dan guru. Pada lantai pertama, kami pusatkan untuk memajang rekam prestasi, piala, dan penghargaan yang sebelumnya tersebar di berbagai ruangan,” terang Agus.
Selain etalase prestasi, museum ini memamerkan maket kerajaan sebagai alat peraga edukasi, karya batik seragam hasil rancangan siswa, hingga literatur karya para guru. Pihak sekolah saat ini juga tengah mematangkan purwarupa situs web guna menunjang digitalisasi koleksi museum.
Langkah ini sekaligus mempertegas visi SMAN 1 Turen dalam mewujudkan sekolah pariwisata berbasis Adiwiyata yang adaptif terhadap transformasi zaman.mut












