Kevin Diks Sempat Heran, Skor 7-2 Belum Cukup untuk Timnas Indonesia Lolos ke Final

Jakarta, Bhirawa – Di balik kemenangan dramatis dan fantastis Timnas Indonesia atas Bangladesh di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta (1/10), terdapat kisah menarik dari Kevin Diks.

Kapten Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 ini mengaku sempat heran ketika skor 7-2 belum cukup untuk lolos ke final.

Namun, pada faktanya, Indonesia memang butuh kemenangan lebih dari itu agar menyingkirkan Malaysia dari perburuan tiket ke final.

Baca Juga: Pesan Kevin Diks Jelang Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Kevin Diks: Kami Selalu Dengar Pesan Butuh Gol Lagi

Pemain Borussia Monchengladbach ini membagikan pengalamannya saat melakoni laga menegangkan Indonesia vs Bangladesh di GBK.

Salah satu momen yang membuatnya sempat heran adalah mendengar pesan tim di pinggir lapangan bahwa masih butuh gol lagi.

“Tiap kami mencetak gol, pesannya selalu ‘satu lagi, kita butuh satu lagi’.

“Hingga suatu ketika kami berpikir bagaimana bisa 7-2 masih belum cukup?’,” beber Kevin, menukil dari laman FIFA (1/10).

Meski sempat tidak percaya dengan pesan tersebut, tetapi semua pemain di atas lapangan selalu mendengar pesan yang sama.

Ini membuat semuanya berusaha memastikan target itu tereksekusi.

Bahkan, termasuk membuat Emil Audero Mulyadi sempat maju saat situasi bola mati.

Pada momen tersebut bola menghampiri Emil dan Kevin, namun lebih dekat pada wakil kapten Gladbach.

Kevin pun mencetak gol kedelapan Garuda.

Skor ini bahkan belum cukup untuk membuat Garuda terbang ke final.

Sebab, Malaysia sudah unggul 6-0 atas Singapura, yang membuat mereka punya selisih gol surplus sembilan (+9). Sedangkan, Indonesia surplus delapan (+8).

Sehingga, mereka butuh satu gol tambahan agar selisih golnya sama namun unggul jumlah mencetak gol.

Lahirlah gol unik dari Mitchell Baker pada menit 90+7 usai menerima umpan silang—dengan ketinggian setengah badan—Ole Romeny dari sisi kanan pertahanan Bangladesh.

Gol tersebut berawal dari tendangan pemain Bangladesh yang berhasil Emil tepis lalu bola yang ia kuasai berpindah ke Luke Vickery yang berada di sisi kanan pertahanan Garuda.

Pencetak gol ketujuh Indonesia ini kemudian memberi operan pengubah arah kepada Calvin Verdonk di sisi kiri.

Calvin segera memberi operan kepada Egy Maulana Vikri yang langsung mengirim bola transisi kepada Ole Romeny yang berlari menyisir sisi kanan pertahanan Harimau Benggala.

Proses ini membuat penonton terkesima karena melibatkan beberapa pemain dari lintas posisi.

Bahkan, mengubah situasi dari tertekan ke menekan balik lawan hanya dalam hitungan detik.

Pada akhirnya, Indonesia menyamakan selisih gol dengan Malaysia menjadi surplus sembilan tapi unggul jumlah gol, yakni 11 berbanding 9.

Baca Juga: Gagal ke Final, FA Malaysia Tuntut FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Timnas Indonesia vs Bangladesh

Indonesia Hadapi Thailand di Final

Meski menjadi malam yang sulit terlupakan oleh para pemain Merah Putih, mereka harus segera mengalihkan fokus ke laga final.

Di final, tim asuhan John Herdman akan menghadapi Thailand pada Senin (5/10) malam pukul 20.00 WIB.

Pertandingan ini kembali akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta dan akan menyajikan sejarah tentang siapa pemenang turnamen baru tersebut.

Indonesia atau Thailand?(DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *