Laga Tidak Menentukan, Samator Comeback Tekuk Garuda Jaya

Surabaya Samator, menundukkan Jakarta Garuda Jaya

Semarang, Bhirawa

Meski sudah tidak menentukan posisi di papan klasemen, duel sarat gengsi tetap tersaji dalam lanjutan Final Four Proliga 2026 seri ketiga putaran kedua. Tim voli putra kebanggaan Jawa Timur, Surabaya Samator, sukses membuktikan mentalitas juaranya dengan menundukkan Jakarta Garuda Jaya lewat drama empat set, 3-1 (25-27, 25-21, 25-22, 25-21) di GOR Jatidiri Semarang, Sabtu (18/4).

​Kemenangan ini menjadi oase bagi anak asuh Rodolfo Sanchez setelah sebelumnya sempat dijinakkan oleh Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dan Jakarta Bhayangkara Presisi. Bagi Samator, laga ini bukan sekadar mengejar poin, melainkan misi menjaga harga diri sebagai tim papan atas di kancah voli nasional.

​”Kemenangan ini adalah pembuktian bahwa secara teknik kami masih berada di level elit. Setelah evaluasi dari laga sebelumnya, anak-anak tampil dengan semangat baru,” ungkap Asisten Pelatih Surabaya Samator, Sigit Ari Widodo, usai laga.

​Samator sejatinya sempat kehilangan taji di set pembuka. Meski mengandalkan legiun asing Lyvan Taboada dan Jordan Michael, mereka justru tertekan oleh agresivitas duet muda Garuda Jaya, Dawuda dan Fauzan Nibras. Skor ketat terus terjadi hingga mencapai deuce 24-24, sebelum akhirnya Garuda Jaya mencuri set pertama 27-25.

​Memasuki set kedua, transformasi permainan ditunjukkan Tedy Oka dkk. Fighting spirit yang menjadi identitas Samator mulai menyala. Mereka meminimalisir kesalahan sendiri dan menutup set dengan 25-21. Dominasi berlanjut di set ketiga, di mana disiplin pertahanan Samator membuat serangan Garuda Jaya seringkali membentur tembok kokoh. Samator unggul 25-22.

​Momen emosional terjadi di set pamungkas. Samator memasukkan Rama Fauzan yang baru saja pulih dari cedera panjang. Kehadiran Rama memberikan suntikan moral signifikan hingga akhirnya menutup laga dengan skor 25-21.

​”Set pertama memang fighting spirit anak-anak sempat menguap. Namun di set kedua mereka menemukan titik balik, tampil lebih tenang, dan akhirnya mampu menguasai keadaan,” tegas Sigit.

​Di sisi lain, pelatih Jakarta Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui keunggulan mental senior-seniornya di Samator. Ia menyoroti tiga kelemahan utama timnya yang tampil antiklimaks setelah sempat memimpin di awal.

​”Komunikasi antar-pemain sering pecah di momen krusial, servis banyak yang tidak akurat, dan faktor mental pemain junior kami memang masih di bawah Samator. Pada set keempat, faktor kematangan sangat terlihat,” ujar Nurwe, sapaan akrabnya.

​Dengan hasil ini, Surabaya Samator setidaknya berhasil memberikan sinyal bahwa mereka tetap menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di kasta tertinggi voli tanah air.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *