Lulus 100 Persen Ujian Nasional, 39 Apoteker Baru Universitas Ma Chung Resmi Disumpah

Malang, Bhirawa – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ma Chung menggelar prosesi Sumpah Apoteker Angkatan III di Ijen Suites Resort & Convention Hall, Malang, Rabu 7/10. Sebanyak 39 lulusan resmi menyandang gelar apoteker usai mencatatkan kelulusan 100 persen pada Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI).

​Keberhasilan angkatan ini kian gemilang dengan capaian akademik yang memuaskan. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,60, dengan raihan IPK tertinggi menyentuh angka 3,97.

​Ketua Program Studi PSPPA Universitas Ma Chung, apt. Eva Monica, M.Sc., menuturkan bahwa pencapaian ini merupakan buah kerja keras mahasiswa serta dukungan keluarga, dosen, tenaga kependidikan, hingga mitra wahana praktik.

​”Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar. Kami berharap lulusan menjalankan profesi dengan integritas dan profesionalisme tinggi,” tutur Eva.

Rektor Universitas Ma Chung Prof Dr ir Stefanus Yufra M.Taneo M Sc

​Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ma Chung, Dr. apt. Rollando, M.Sc., menegaskan pentingnya integritas moral seorang apoteker. Ia mengingatkan agar para lulusan selalu mengedepankan keselamatan pasien, bersikap jujur, dan menjaga kerahasiaan medis.

​”Gelar apoteker adalah sebuah pencapaian; menjadi apoteker yang dipercaya adalah tugas sepanjang kehidupan,” tegas Rollando.

​Rollando juga mendorong apoteker baru untuk memperkuat kompetensi di bidang obat herbal dan pemanfaatan bahan alam yang menjadi keunggulan riset Universitas Ma Chung. Bidang ini dinilai strategis untuk dikembangkan melalui penelitian industri yang teruji secara ilmiah.

​Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, M.Sc., menyampaikan bahwa komitmen profesi ini sejalan dengan tema besar kampus tahun 2026, yakni fostering transformative convergence.

​”Bagi seorang apoteker, farmasi bertemu dengan kedokteran, teknologi, data, industri, ekonomi, hingga perilaku manusia. Konvergensi tersebut akan berdampak besar ketika berhasil menghadirkan solusi yang lebih baik bagi kemanusiaan,” papar Prof. Stefanus.

​Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Timur, apt. Adi Wibisono, M.Kes., berpesan agar para apoteker baru aktif berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan kepengurusan cabang IAI setempat untuk kemudahan akses informasi profesi.

​Melalui kelulusan ini, Universitas Ma Chung optimistis para apoteker baru siap terjun ke masyarakat dan memperkuat mutu pelayanan kesehatan nasional.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *