Menyulap Jamu Jadi Permen Jeli: Sentuhan Inovasi Dosen UB Pacu Daya Saing UMKM Kota Batu

Aroma khas kunyit dan asam jawa tercium segar di salah satu sudut rumah produksi Donat Legenda Indonesia (DL’98), Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pagi itu, suasananya jauh dari kesan jamu tradisional yang identik dengan gendongan bakul atau botol kaca lawas. Belasan pasang mata pelaku UMKM tampak antusias mengamati cairan kuning keemasan yang perlahan mengental di atas kompor, bersiap bermetamorfosis menjadi camilan modern bernilai jual tinggi.

​Melalui Program Dosen Berkarya Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026, tim pakar dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (UB) turun langsung ke dapur produksi warga. Misi yang diusung lugas: membongkar batas olahan rempah lokal dari sekadar minuman seduh biasa menjadi produk bernilai tambah yang memikat lidah lintas generasi.

​Di bawah komando Prof. La Choviya Hawa, STP., MP., Ph.D. bersama Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Agr.Sc., dapur UMKM disulap menjadi laboratorium kreasi. Bekerja sama dengan Diskumperindag Kota Batu lewat PLUT KUMKM, sebanyak 12 pelaku usaha dari beragam latar belakang—mulai perajin cuka apel, abon ayam dan lele, hingga katering—diajak mengeksplorasi potensi rimpang lokal menjadi jeli jus, sirup pekat, hingga permen kenyal jeli kunyit asam.

​”Pengembangan produk tidak harus berhenti pada satu jenis olahan. Bahan baku lokal dapat dikembangkan menjadi berbagai produk dengan bentuk, tekstur, kemasan, dan target konsumen yang berbeda,” papar Prof. La Choviya sembari mempraktikkan proses formulasi. Menurutnya, citra jamu yang kerap dihindari anak muda maupun anak-anak bisa langsung berbalik menjadi jajanan favorit begitu format dan sensasi makannya diubah.

​Inovasi tersebut tidak cuma bertumpu pada keunikan rasa, melainkan juga menancapkan fondasi standar industri. Para peserta dibekali pemahaman mendalam seputar takaran bahan tambahan pangan yang aman, teknik sterilisasi, hingga pemilihan material pengemasan. Untuk memastikan proses produksi naik kelas, tim pengabdi UB turut menyerahkan bantuan peralatan operasional berbahan food grade serta mesin cup sealer kepada Ayu Kusuma Dewi, pemilik gerai DL’98 yang tengah getol membesarkan lini botanical drink.

​Sentuhan higienitas dan kemasan kedap udara ini menjadi kunci memperpanjang umur simpan tanpa mengorbankan mutu bahan alami. Langkah kecil dari bengkel kerja di Junrejo ini merefleksikan perubahan paradigma besar: hasil bumi lokal tak lagi dibiarkan terserap murah di pasar saat panen melimpah, melainkan diolah berdaya guna tinggi guna memupuk kemandirian ekonomi masyarakat.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *