Malang, Bhirawa-Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) memantapkan langkah dalam memperkuat tata kelola akademik berbasis mutu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Sosialisasi Audit Internal Mutu (AIM) Siklus 25 Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Seminar Gedung Sentral 1.1 FBiPK UB belum lama ini.
Agenda strategis ini diikuti jajaran pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris departemen, seluruh ketua program studi (kaprodi), serta tim penjaminan mutu di lingkungan FBiPK UB.
Dekan FBiPK UB, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa penjaminan mutu tidak boleh sekadar dipandang sebagai rutinitas administratif atau penggugur kewajiban formal belaka.
”Audit Internal Mutu harus kita maknai sebagai sarana evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Kita ingin memastikan seluruh program studi memiliki frekuensi yang sama terkait standar mutu, capaian kinerja, serta langkah strategis guna mendongkrak kualitas layanan pendidikan,” terang Prof. Mangku saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, keterpaduan antara pimpinan fakultas, unit pengelola program studi, dan auditor internal menjadi fondasi utama dalam mengawal implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten serta terukur.
Pada sesi materi, Dr. Muhammad Hambali, S.S., M.Pd. membedah kesiapan instrumen akreditasi AIM Siklus 25. Menurutnya, pemahaman yang presisi terhadap instrumen penilaian dan kelengkapan dokumen bukti fisik mutlak diperlukan.
”Instrumen audit adalah cermin untuk melihat kesesuaian antara regulasi standar dan implementasi riil di lapangan. Setiap unit akademik harus siap mempertanggungjawabkan proses pembelajaran berbasis bukti otentik,” jelas Hambali.
Sementara itu, Dr. Euis Elih Nurlaelih, S.P., M.Si. mengupas tuntas urgensi tinjauan mutu pasca-audit. Ia menggarisbawahi bahwa efektivitas audit ditentukan oleh eksekusi tindakan korektif atas setiap temuan yang ada.
”Tinjauan mutu merupakan kunci agar hasil evaluasi tidak berhenti di atas kertas. Setiap temuan audit wajib dikonversi menjadi rencana tindak lanjut yang terukur dan berkesinambungan,” ungkap Euis.
Acara yang diperkaya dengan sesi diskusi interaktif bersama Tim Auditor FBiPK UB ini diharapkan mampu memantapkan kesiapan seluruh program studi dalam menghadapi asesmen mutu berkala, sekaligus memperkokoh daya saing institusi di kancah nasional maupun global.mut












