Penyaluran KUR dan UMI di Malang Raya dan Pasuruan Tembus Rp 5 Triliun

Kepala KPPN Malang Mohammad Rusna bersama perwakilan institusi pengelola APBN di Malang

 

Kota Malang, Bhirawa

Pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMI).

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, Mohammad Rusna, menyampaikan hingga 1 Oktober 2025, total penyaluran KUR di wilayah Malang Raya dan Pasuruan tercatat mencapai Rp4,82 triliun kepada 85.632 debitur, sementara penyaluran UMI menyentuh angka Rp235,06 miliar dengan 43.524 debitur.

Penyaluran KUR mengalami dinamika yang bervariasi di masing-masing daerah. Kabupaten Malang mencatat penyaluran tertinggi sebesar Rp2,61 triliun kepada 36.449 debitur, tumbuh 28,53% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kota Malang menunjukkan lonjakan signifikan dengan pertumbuhan penyaluran mencapai 235%, dari Rp190,3 miliar menjadi Rp637,5 miliar, dengan jumlah debitur meningkat 167,67% menjadi 29.417 orang.

Rusna menyampaikan, secara total, penyaluran KUR mengalami penurunan 7,47% secara nominal dan 5,91% dari sisi jumlah debitur dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyalur KUR tertinggi, kata Rusna Bank BRI – Rp3,381 triliun (66.783 debitur), Bank Mandiri – Rp431,67 miliar (7.494 debitur) Bank Jatim – Rp241,33 miliar (1.851 debitur)

Disisilain Kabupaten Malang Dominan Untuk pembiayaan Ultra Mikro (UMI), menjadi penyumbang terbesar dengan penyaluran mencapai Rp116,01 miliar kepada 22.440 debitur, tumbuh 14,58% secara nominal dan 31,21% dari sisi jumlah debitur.

Namun secara keseluruhan, urainya penyaluran UMI mengalami penurunan 4,43% secara nominal, meskipun jumlah debitur meningkat 17,29%.

Rusna, menyampaikan bahwa tren pembiayaan UMKM dan koperasi menunjukkan arah positif, terutama di wilayah yang memiliki basis ekonomi kerakyatan kuat.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor mikro.

“Kami terus mendorong percepatan penyaluran pembiayaan agar UMKM dan koperasi dapat tumbuh lebih inklusif dan berdaya saing,” ujarnya.mut

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *