Bhirawaonline.com – Sejak mencatatkan debutnya di Liga Champions pada 19 September 2023 di usia 16 tahun, Lamine Yamal terus mengukir rekor moncer dalam kompetisi antarklub paling bergengsi di dunia.
Kala itu, ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68 saat Barcelona melibas Antwerp 5-0 dalam laga fase grup.
Perjalanan fenomenal tersebut kini mencatatkan 37 penampilan, 14 gol, dan 13 assist dalam kurun waktu 2.914 menit bermain di lapangan hijau.
Meski debutnya terjadi di usia yang sangat muda, bintang muda Barcelona ini baru mencetak gol pertamanya di Liga Champions pada musim keduanya.
Gol bersejarah itu lahir ketika ia menyamakan kedudukan dalam kekalahan 2-1 dari Monaco pada 19 September 2024, saat usianya menginjak 17 tahun.
Sebelum gol tersebut tercipta, penyerang berkaki kiri ini telah lebih dulu membawa Spanyol menjuarai UEFA EURO 2024 sekaligus mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil dan mencetak gol di putaran final Piala Eropa.
Statistik mencatat keunikan tersendiri dari seluruh 14 gol yang dikoleksi Yamal di Liga Champions.
Baca Juga:
Emil Audero Ungguli Kiper Real Madrid dalam Vote Penyelamatan Terbaik Oktober 2026
Semua gol tersebut lahir murni dari sepakan kaki kirinya, termasuk tiga gol di antaranya yang dieksekusi melalui titik putih.
Hingga saat ini, ia belum pernah membobol gawang lawan menggunakan kaki kanan maupun sundulan kepala. Dari segi lokasi, 9 gol berhasil ia sarangkan dalam laga kandang, sementara 5 gol sisanya tercipta di laga tandang.
Secara keseluruhan, Yamal telah membobol gawang 13 klub berbeda di Eropa.
Klub-klub yang menjadi korban ketajaman kaki kirinya meliputi Monaco, Benfica, Paris Saint-Germain, Dortmund, Atalanta, Feyenoord, Inter Milan, Olympiacos, Club Brugge, Copenhagen, Aston Villa, Atletico Madrid, dan Newcastle United.
Meski belum pernah mencetak hat-trick atau mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan, Newcastle United menjadi satu-satunya tim yang gawangnya dibobol Yamal lebih dari sekali, di mana ia sukses mencetak gol pada leg pertama dan kedua babak 16 besar musim 2025/26.
Kehadiran Yamal di panggung Eropa juga diwarnai deretan rekor bersejarah yang sulit ditandingi.
Ia memegang rekor sebagai starter termuda dalam sejarah Liga Champions saat tampil melawan Porto di usia 16 tahun 83 hari.
Selain itu, ia menjadi pemain termuda yang mampu mencapai milestone 10 penampilan saat melawan Paris di usia 16 tahun 278 hari, 20 penampilan saat bertemu Dortmund di usia 17 tahun 270 hari, 25 penampilan saat menghadapi Olympiacos di usia 18 tahun 100 hari, hingga 30 penampilan saat berlaga melawan Newcastle di usia 18 tahun 240 hari.
Daftar rekornya tak berhenti di situ. Pemain yang mengandalkan kelihaian kaki kirinya ini tercatat sebagai pemain termuda yang mampu mencetak gol sekaligus memberikan assist dalam satu pertandingan Liga Champions, tepatnya saat berhadapan dengan Benfica pada usia 17 tahun 241 hari.
Ia juga mengukuhkan diri sebagai pencetak gol termuda di babak semifinal Liga Champions saat membobol gawang Inter Milan pada usia 17 tahun 291 hari.
Dominasinya di usia muda semakin sahih setelah ia memegang rekor gol terbanyak di Liga Champions sebelum ulang tahun ke-18 dengan 5 gol, sebelum ulang tahun ke-19 dengan 11 gol, serta pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi untuk kategori pemain berusia remaja dengan total 14 gol.












