Perkuat GNPIP, BI Malang Optimistis Inflasi Tetap Terkendali

Indra Kuspriyadi

KotaMalang, Bhirawa

Tekanan inflasi di Kota Malang pada April 2026 tercatat tetap terjaga dan menunjukkan tren melandai pasca momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Malang mencatatkan inflasi tipis sebesar 0,05% (month-to-month/mtm).

​Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, menyatakan optimisme bahwa laju inflasi ke depan akan tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 \pm 1\% (yoy). Hal ini didasari oleh penguatan sinergi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang terus digencarkan.

​”Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat, Daerah, dan Bank Indonesia melalui penguatan program 4K—Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi efektif—menjadi kunci utama dalam menjaga level inflasi kita,” ujar Indra Kuspriyadi.

​Meski kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sempat memberikan andil inflasi sebesar 0,48% (mtm) akibat kenaikan harga cabai dan daging ayam, kondisi tersebut mulai terkompensasi. Memasuki akhir April, beberapa komoditas mulai mengalami deflasi seiring dengan masuknya masa panen raya, khususnya pada komoditas cabai rawit.

​Selain itu, penurunan harga emas dunia dan kembali normalnya permintaan masyarakat pasca libur panjang turut menjadi faktor penyeimbang. “Terjaganya tekanan inflasi ini sejalan dengan kondisi di tingkat Jawa Timur maupun Nasional,” tambah Indra.

​Keberhasilan pengendalian inflasi di Kota Malang juga merupakan buah dari aksi nyata TPID di lapangan. Sepanjang April, telah dilakukan berbagai langkah preventif, mulai dari pemantauan harga bahan pokok secara rutin hingga sidak ketersediaan stok LPG 3 kg bersama Polresta Malang Kota.

​Tidak hanya itu, upaya jangka panjang juga dilakukan melalui kegiatan tanam padi serentak se-Jawa Timur yang berlokasi di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, serta penyaluran bantuan sarana produksi (saprodi) kepada para petani. Langkah-langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memastikan pasokan pangan tetap aman dan distribusi berjalan lancar bagi warga Kota Malang.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *