Malang, Bhirawa – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mentransformasi nama Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi (FIKSFAR). Peluncuran nama baru (grand launching) yang menjadi momentum bersejarah tersebut digelar bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-19 fakultas di Pelataran Aula BAU UMM, Sabtu 24/10.
Transformasi nama ini dilatarbelakangi oleh tuntutan dunia kesehatan modern. Saat ini, tenaga profesional medis tidak hanya dituntut menguasai tindakan kuratif semata, melainkan juga harus mampu mendampingi pasien secara komprehensif mulai dari masa terapi pengobatan hingga pemulihan (patient-centered care).
Dekan FIKSFAR UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa perubahan identitas kelembagaan ini merupakan langkah strategis guna mempertegas arah pengembangan pendidikan kesehatan terpadu. Langkah tersebut diharapkan mampu memaksimalkan potensi bidang farmasi, sekaligus mempererat sinergi dengan keperawatan dan fisioterapi.
”Harapannya, melalui momentum Dies Natalis ke-19 ini, seluruh elemen dapat semakin bersinergi menuju FIKSFAR yang memberi dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” terang Hidajah.
Lebih lanjut, Hidajah memaparkan bahwa pengembangan kurikulum di FIKSFAR secara berkala menyerap masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholders). Upaya ini bertujuan menjamin kompetensi lulusan selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kesehatan. Sejak penerimaan mahasiswa baru tahun 2025, FIKSFAR telah mengimplementasikan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
”Melalui pendekatan OBE, capaian pembelajaran mahasiswa tidak hanya diukur dari evaluasi tertulis seperti UTS dan UAS, melainkan dari kompetensi riil serta kecakapan praktik yang benar-benar dikuasai,” urainya.
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menekankan pentingnya peningkatan mutu akademik yang berkesinambungan seiring dengan perubahan identitas fakultas. Menurutnya, tenaga kesehatan masa depan wajib memiliki pemahaman mendalam terkait terapi obat, edukasi klinis, serta pendampingan pasien.
”Perubahan nama ini ditujukan untuk menjaga motivasi serta memastikan standar mutu pembelajaran dan layanan kesehatan selalu selaras dengan regulasi pemerintah dan berdaya saing global,” tegas Prof. Nazaruddin.
Ia juga menambahkan bahwa riset dan praktik klinis harus berjalan selaras. Untuk itu, Kampus Putih terus mengoptimalkan fasilitas Excellent Solution Center (ESC) sebagai wadah penajaman keahlian mahasiswa di lapangan.
”Riset, studi terapan, serta praktik klinis di bidang kesehatan maupun kefarmasian harus senantiasa dikembangkan secara terpadu dan sistematis,” imbuhnya.
Adapun semarak Dies Natalis ke-19 FIKSFAR UMM turut diramaikan oleh beragam agenda lintas keilmuan. Mulai dari kegiatan keprofesian apoteker, ajang pemilihan dosen dan mahasiswa berprestasi, fun run, hingga aksi bakti sosial keperawatan dan fisioterapi. Rangkaian acara ditutup dengan jalan sehat yang diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai angkatan guna merekatkan silaturahmi sivitas akademika. mut






