Malang, Bhirawa-Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) dan Fakultas Teknik Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Ruang Sidang FTAB UB, Senin 26/10.
Kesepakatan tersebut diteken langsung oleh Dekan FTAB UB, Prof. Ir. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., bersama Dekan Fakultas Teknik UIN Malang, Dr. Hairur Rahman, M.Si. Kolaborasi lintas kampus ini dijadwalkan berlangsung selama lima tahun ke depan dengan fokus pada sembilan poin strategis.
Dekan FTAB UB, Prof. Ir. Yusuf Hendrawan, menyambut positif kolaborasi tersebut sebagai langkah konkret memperluas jejaring akademik. Menurutnya, pengembangan sektor teknik pertanian, teknologi pangan, dan biosistem menuntut integrasi lintas disiplin ilmu yang kokoh.
”FTAB memiliki sarana dan fasilitas laboratorium yang sangat lengkap. Kami sangat terbuka untuk sharing resources. Sinergi bersama Fakultas Teknik UIN Malang yang berkarakter Ulul Albab ini tentu memperkaya perspektif keinsinyuran—tidak hanya unggul di bidang teknis, tetapi juga beretika dan selaras dengan prinsip keberlanjutan,” ungkap Prof. Yusuf.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UIN Malang, Dr. Hairur Rahman, M.Si., menuturkan bahwa sebagai fakultas baru hasil pemekaran dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) pada 2026, kemitraan ini menjadi batu loncatan penting untuk akselerasi mutu pendidikan.
Fakultas Teknik UIN Malang saat ini menaungi empat program studi sarjana dengan visi mencetak insinyur berkarakter Ulul Albab dan berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs).
”Status sebagai fakultas baru menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar. Melalui kerja sama ini, kami dapat memanfaatkan laboratorium unggulan di FTAB UB melalui mekanisme sewa fasilitas. Langkah ini sangat krusial agar mahasiswa kami mendapatkan pengalaman praktikum dan riset yang optimal dan kompeten,” jelas Dr. Hairur.
Pemanfaatan bersama fasilitas laboratorium ini dinilai menjadi model efisiensi yang saling menguntungkan (win-win solution), sehingga pengembangan riset teknologi tinggi dapat berjalan tanpa harus membebani investasi infrastruktur secara berulang.
Ruang lingkup kerja sama mencakup kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat (PkM), program dosen tamu (visiting lecturer), pertukaran mahasiswa (student exchange), bimbingan bersama (joint supervision) tugas akhir/tesis, publikasi jurnal bereputasi, kuliah bersama (joint lecture), kolaborasi reviewer dan editor jurnal, utilisasi laboratorium, hingga diseminasi hasil inovasi ke masyarakat dan industri.
Sebagai langkah awal, kedua institusi merencanakan agenda visiting lecturer serta riset bersama di bidang energi terbarukan dan teknologi tepat guna berorientasi SDGs. Kolaborasi ini tidak hanya ditargetkan mendongkrak capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) kedua perguruan tinggi, melainkan juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan industri dan masyarakat Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran FT UIN Malang turut meninjau langsung kelayakan laboratorium serta Unit Layanan Terpadu FTAB UB yang telah berhasil mengantongi predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Zona Integritas.mut












