Kota Malang, Bhirawa – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mewisuda 998 lulusan. Wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi Wisuda Tahap II atau Wisuda ke-74 Tahun 2026. Merekaa berasal dari 37 program studi jenjang Magister Terapan, Sarjana Terapan, hingga Diploma, mencakup Kampus Utama serta PSDKU Kediri.
Dengan pengukuhan ini, Polinema tercatat telah meluluskan total 1.467 wisudawan sepanjang tahun 2026.
Direktur Polinema Ir. Supriatna Adisuwignjo MT menegaskan bahwa momentum wisuda tidak boleh berhenti sebatas seremoni formal akademik. Menurutnya, perguruan tinggi mengemban tanggung jawab besar untuk memastikan keberadaannya memberikan dampak nyata, bukan sekadar menjadi menara gading yang memproduksi wacana keilmuan tanpa menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Wisuda menjadi momentum penyampaian capaian pembelajaran sekaligus respons kampus terhadap dinamika dunia kerja. Perguruan tinggi memegang peran strategis dalam pembangunan bangsa untuk mencetak kaum cerdik cendekia yang berkapasitas dan bertanggung jawab terhadap kemajuan negara,” tegasnya dalam sambutan rapat terbuka wisuda, Minggu 27/9.
Guna menjawab tantangan tersebut, Polinema terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang selaras (link and match) dengan kebutuhan industri. Kurikulum dirancang adaptif terhadap kemajuan sains dan teknologi, salah satunya melalui metode Project-Based Learning (PBL) agar mahasiswa terbiasa memecahkan problem riil di lapangan.
Transformasi kampus juga didorong lewat hilirisasi ilmu pengetahuan dan riset terapan ke sektor produktif. Kolaborasi dosen dan mahasiswa diarahkan menyasar pendampingan manajemen usaha, digitalisasi pemasaran UMKM, sertifikasi produk, hingga sektor pertanian dan ekonomi kreatif.
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan program Diktisaintek Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, di mana kemanfaatan riset dan inovasi diukur langsung dari dampaknya terhadap masyarakat luas.
Di hadapan para wisudawan, ditekankan pula pentingnya kemampuan adaptasi dan pemecahan masalah (problem solving) di era disrupsi. Lulusan dituntut memiliki kompetensi teknis dan karakter yang kuat untuk bersaing di pasar kerja global.
“Keberhasilan wisudawan kelak tidak hanya dinilai dari jenjang karier atau jabatan pribadi, melainkan seberapa besar pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki mampu memberi manfaat konkret bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.mut












