Malang, Bhirawa-Pemulihan pascabencana tidak hanya berkutat pada perbaikan fisik maupun infrastruktur semata, melainkan juga menyentuh aspek kesehatan mental warga terdampak. Menyadari hal tersebut, tim relawan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terjun langsung memberikan Layanan Dukungan Psikososial bagi para penyintas gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi kemanusiaan yang berlangsung sepanjang September 2026 ini menyasar dua lokasi, yakni Dusun Nunang (Desa Salama, Kecamatan Reok) serta Dusun Nanga Na’e (Desa Para Lando, Kecamatan Reok Barat). Program pendampingan disusun berdasarkan hasil asesmen lapangan, mencakup kebutuhan anak-anak hingga orang dewasa.
Tim yang tergabung dalam program ini terdiri dari delapan mahasiswa lintas disiplin, yaitu Muhammad Guntur Alamsyah, Irvan Nabil Ramanda Ragil Saputra, Triana Putri Pebrianti, Hani Balgisa Irawati, Shinta Charolina K.C.D., Jauzatil Aqmar, Syarifah Putri Auliah Soltief, dan Wahyu Ananta Putra.
Di Dusun Nunang, para relawan menginisiasi aktivitas olahraga bola voli guna memicu interaksi sosial warga, memberikan tapping therapy bagi kelompok perempuan dewasa, serta mengedukasi cara mengelola rasa cemas. Sementara di Dusun Nanga Na’e, intervensi difokuskan pada trauma healing bagi anak-anak.
Salah seorang relawan, Hani Balgisa Irawati, mengungkapkan bahwa bencana gempa sempat mematikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Rasa trauma bahkan membuat sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan takut untuk melaut kembali.
”Kami berupaya menghadirkan ruang interaksi agar rutinitas warga bisa pulih bertahap. Sangat berkesan saat melihat penyintas mulai berani beraktivitas dan bermain olahraga bersama lagi. Kami lega intervensi ini berdampak nyata,” tutur Hani.
Perjalanan tim di lapangan bukan tanpa hambatan. Relawan harus menembus medan berliku, akses yang sempat tertutup longsoran, keterbatasan jaringan sinyal, hingga pemadaman listrik berkala untuk mencapai lokasi terdampak.
Sebelum diberangkatkan, para mahasiswa telah dibekali kompetensi penanganan bencana lewat Maharisigana. Program KKN Kebencanaan ini didampingi langsung oleh dosen pembimbing Ir. Iis Aisyah, S.T., M.T., Ph.D., serta mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Maharisigana, Rindya Fery Indrawan, S.Pi., M.P. Lewat kegiatan ini, mahasiswa tidak sekadar mengaplikasikan keilmuan, tetapi juga mengasah kepekaan sosial dan ketahanan mental di garda terdepan kemanusiaan. mut












