Kepala MAN 2 Kota Malang H. Samsudin, Kakankemenag Kota Malang H. Akhmad Shampton menjemput Ahmad Kautsar Ramadani,
Kota Malang, Bhirawa
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan pendidikan Jawa Timur di panggung internasional. Ahmad Kautsar Ramadani, siswa kelas XII G MAN 2 Kota Malang, sukses meraih medali perunggu (bronze medal) dalam ajang International Chemistry Olympiad (IChO) yang diikuti pelajar terbaik dari sekitar 90 negara.
Kedatangan Kautsar di Bandara Abdurrahman Saleh Malang, Selasa (21/7), disambut hangat oleh Kepala MAN 2 Kota Malang H. Samsudin, Kakankemenag Kota Malang H. Akhmad Shampton, serta kedua orang tuanya.
Ditemui usai mendarat, di Bandara Abdurrahman Saleh Malang, Selasa 21/7 kemarin, Kautsar mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga Kementerian Agama. Menurutnya, persaingan di tingkat dunia sangat ketat lantaran seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing negara.
”Persaingannya luar biasa ketat. Selisih nilai 0,5 poin saja sangat menentukan perbedaan perolehan medali. Untuk kawasan Asia Tenggara, pesaing terberat datang dari Vietnam, Singapura, dan Thailand,” ujar Kautsar.
Siswa yang bercita-cita menjadi dosen ini berharap capaiannya dapat memotivasi adik-adik kelasnya di MAN 2 Kota Malang untuk terus berani bermimpi besar. Ia pun bertekad, setelah menyelesaikan studi di perguruan tinggi kelak, dirinya ingin kembali ke almamater untuk membimbing generasi penerus.
”Pengalaman paling berkesan adalah bisa bertukar pikiran dan berkenalan dengan peserta dari berbagai negara. Nanti setelah kuliah, saya ingin ikut mendampingi dan berbagi ilmu kepada adik-adik agar semakin banyak siswa MAN 2 yang berprestasi di tingkat dunia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang, H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa capaian Kautsar merupakan hasil dari proses pembinaan akademis jangka panjang. Madrasah, kata dia, tidak hanya berfokus pada raihan medali, tetapi juga pada pembentukan SDM unggul berkarakter.
”Pembinaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, di mana orang tua menjadi mitra utama madrasah. Harapan kami, anak-anak yang memiliki potensi ini kelak dapat mengisi posisi-posisi strategis dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia,” jelas Samsudin.
Samsudin menambahkan, tradisi prestasi internasional ini akan terus dijaga. Saat ini, MAN 2 Kota Malang juga tengah mempersiapkan sejumlah delegasi siswa lain yang akan berlaga di ajang sains tingkat dunia, salah satunya International Earth Science Olympiad (IESO) di Italia.mut






