Rawat Memori Bangsa, Lentera Fest 2026 Tegaskan Pentingnya Penyelamatan Arsip Kelembagaan

Kota Malang, Bhirawa-Penyelamatan arsip memegang peran krusial dalam menjaga rekam jejak kebijakan, kesinambungan informasi, serta memori kelembagaan agar tetap menjadi sumber pembelajaran bagi generasi penerus. Penegasan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Kearsipan yang menjadi bagian dari gelaran Lentera Fest 2026 di halaman parkir Perpustakaan Kota Malang, Jumat 16/10.

​Mengusung tema “Penataan dan Penyelamatan Memori Lembaga: Menjaga Jejak, Memelihara Bangsa”, forum ini menyoroti tata kelola kearsipan sebagai upaya aktif merawat sejarah dan pengetahuan bangsa, bukan sekadar menimbun berkas lama.

Foto bersama narasumber dan peserta seminar

​Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Abidin Abdul Haris, menyampaikan bahwa arsip memiliki kedudukan strategis dalam menjaga mata rantai informasi, khususnya yang berkaitan erat dengan pertimbangan pengambilan keputusan ke depan.

​”Biasanya arsip hanya terbayang sebagai tumpukan dokumen. Bagi kami di Bank Indonesia, arsip sangat penting karena menyangkut kesinambungan informasi dan rekam perjalanan kebijakan dari waktu ke waktu,” ungkap Abidin.

​Ia menambahkan, dokumentasi yang tersusun rapi memungkinkan suksesi kepemimpinan memahami landasan keputusan masa lampau guna menjawab tantangan masa depan. “Setidaknya, sumbangsih kita bersama mampu menyajikan alur cerita yang runut bagi generasi penerus yang akan datang,” imbuhnya.

​Kesadaran kearsipan ini, lanjut Abidin, harus dibangun secara menyeluruh di instansi pemerintah, swasta, hingga ruang publik. Tanpa pengelolaan yang terstruktur, memori institusi berpotensi lenyap tertelan pergantian era.

​Seminar yang dipandu jurnalis independen Andini Effendi ini mempertemukan narasumber lintas sektor, yakni Nugroho dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dino Wahyu Saputro dari Bank Indonesia, serta pegiat seni dan literasi Dee Lestari. Kolaborasi perspektif kearsipan, perbankan, dan industri kreatif ini memperkaya pemaknaan arsip sebagai medium transfer pengetahuan yang adaptif.

​Lentera Fest 2026 sendiri dihelat selama tiga hari, 14–16 Oktober 2026, hasil sinergi BI Malang dengan Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang melalui rangkaian Pekan Literasi. Agenda ini melibatkan akademisi, arsiparis, pustakawan, komunitas literasi, hingga awak media.

Edukasi Cinta , Bangga dan Rupiah

​Tidak hanya wacana arsip, BI Malang turut menyemarakkan festival dengan stan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Warga diedukasi mengenali ciri keaslian uang tunai lewat teknologi pengaman recto verso, sekaligus diarahkan memahami pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (Qris)

Salam Literasi dari para narasumber

​Rangkaian acara ini mempertegas bahwa literasi masa kini bergerak dinamis; tidak sebatas kemahiran membaca teks, melainkan mencakup kepekaan mengelola data, merawat memori kolektif bangsa, dan menatap masa depan secara terukur.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *