Resmi Pimpin HIPMI PT UB 2026–2027, Achmad Fathan Syauqi Pacu Kolaborasi Wirausaha Muda

Malang, Bhirawa-Tongkat estafet kepemimpinan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Brawijaya (HIPMI PT UB) resmi berganti. Achmad Fathan Syauqi resmi dilantik sebagai Ketua Umum HIPMI PT UB masa bakti 2026–2027 dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Merdeka Timur Nomor 3, Jumat 9/10malam.

​Di bawah nahkoda anyar, organisasi kader wirausaha kampus ini menegaskan kesiapannya memperluas kolaborasi lintas perguruan tinggi serta menggandeng berbagai pihak guna mencetak wirausaha muda andal yang berakar pada kepedulian sosial.

Foto bersama Bupati Malang HM Sanusi

​Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, termasuk Bupati Malang HM Sanusi, serta perwakilan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Malang dan jajaran civitas akademika.

​Ditemui usai prosesi pengukuhan, Achmad Fathan Syauqi menegaskan bahwa langkah awal kepengurusannya akan dimulai dari penguatan empati sosial melalui agenda kunjungan dan santunan ke panti asuhan di wilayah Malang.

​”Insyaallah, program kerja pertama kita adalah lebih peduli. Kami akan menyambangi panti asuhan sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen bahwa iklim wirausaha mahasiswa harus berjalan beriringan dengan kepekaan terhadap lingkungan sekitar,” ujar Fathan.

​Fathan menilai, HIPMI PT UB memandang dunia usaha bukan semata-mata soal kalkulasi laba dan peluang ekonomi. Lebih dari itu, organisasi ini berkomitmen mencetak karakter entrepreneur muda yang memiliki kepedulian nyata terhadap dinamika masyarakat sekitar.

​Selain aksi sosial, kepengurusan periode 2026–2027 menaruh perhatian besar pada keterbukaan jaringan. Fathan memastikan pihaknya membuka pintu kerja sama seluas-luasnya, baik di ranah internal Universitas Brawijaya maupun eksternal kampus.

​”Kami siap membuka pintu kolaborasi sebesar-besarnya bagi seluruh pihak di Kota Malang maupun kawasan Malang Raya, termasuk bersinergi dengan BPC HIPMI Kota Malang serta kampus-kampus lain,” tegasnya.

​Sinergi tersebut diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem bisnis rintisan mahasiswa, terutama usaha yang bertumpu pada inovasi teknologi, kreativitas, dan optimalisasi potensi lokal Jawa Timur. Kehadiran ruang jejaring bersama dinilai krusial agar mahasiswa mendapatkan akses pendampingan mentor praktisi, validasi pasar, serta pembiayaan usaha sejak dini.

​”Kuncinya adalah soliditas dan semangat kebersamaan. Lewat kolaborasi yang kokoh, mahasiswa yang punya ide bisnis dapat bertemu dengan ekosistem yang tepat untuk tumbuh dan memberi sumbangsih konkret bagi perekonomian daerah,” tandas Fathan. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *