FPP Universitas Muhammadiyah Malang bergerak menggandeng 28 mitra
Kota Malang, Bhirawa
Dinamika dunia kerja yang bergerak cepat menuntut perguruan tinggi untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, melainkan juga siap menghadapi tantangan nyata di industri.
Merespons tantangan tersebut, Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak cepat dengan menggandeng 28 mitra strategis dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Langkah ini diwujudkan melalui Workshop DUDI bertajuk “Membangun Ekosistem Talenta Unggul melalui Kemitraan Strategis Perguruan Tinggi dan Industri” yang digelar di Rayz Hotel UMM, belum lama ini.
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Dalam arahannya, Salis menekankan bahwa implementasi kebijakan link and match tidak boleh sekadar menjadi dokumen kerja sama administratif di atas kertas.
”Perguruan tinggi tidak lagi dapat berjalan sendiri. Dunia usaha dan dunia industri merupakan mitra strategis dalam memastikan bahwa proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pasar kerja, dan tantangan global,” tegas Salis.
Oleh karena itu, ia mendorong adanya wujud nyata berupa penyelarasan kurikulum yang adaptif, penguatan pengalaman industri bagi mahasiswa, hingga keterlibatan aktif para praktisi dalam proses perkuliahan.
Senada, Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menjelaskan bahwa workshop ini merupakan agenda konsisten fakultas untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di enam program studi (prodi) yang bernaung di bawah FPP. Enam prodi tersebut meliputi Agroteknologi, Agribisnis, Teknologi Pangan, Peternakan, Kehutanan, dan Akuakultur.
”Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri. Karena itu, masukan dari para mitra menjadi referensi yang sangat penting dalam memastikan setiap program studi mampu menghasilkan lulusan unggul dan profesional,” tutur Prof Warkoyo.
Dalam sesi diskusi intensif, sebanyak 28 mitra yang terdiri dari perusahaan nasional, multinasional, hingga lembaga pemerintah memberikan berbagai rekomendasi konkret terkait kompetensi masa depan yang dibutuhkan pasar kerja.
Beberapa aspek krusial yang disoroti pihak industri antara lain pentingnya penguatan soft skills, kemampuan komunikasi profesional, literasi digital, hingga kemampuan analisis data bagi para lulusan.
Di antara mitra kakap yang hadir langsung memberikan masukan ialah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT BISI International Tbk, BBPOM Surabaya, hingga mitra internasional berskala global seperti Nosuta Co. dari Jepang.
Selain merumuskan kompetensi berbasis Outcome-Based Education (OBE), forum kemitraan ini juga membuka keran peluang kolaborasi yang lebih luas. Mulai dari program magang industri, penelitian bersama, hingga pengembangan kelas profesional unggulan melalui inisiasi Center of Excellence (CoE) di lingkungan FPP UMM.
Apresiasi tinggi pun datang dari Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D. Ia menyampaikan terima kasih atas sumbangsih pemikiran, gagasan, dan peluang kolaborasi yang diberikan para mitra demi memajukan mutu pendidikan tinggi.
”Kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan lulusan berkualitas. Kami berharap hasil Workshop DUDI ini dapat segera diimplementasikan dalam penyempurnaan kurikulum dan penguatan pembelajaran berbasis industri,” harap Prof In’am.
Sinergi taktis melalui Workshop DUDI ini memantapkan posisi FPP UMM dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif. Melalui kurikulum yang selaras dengan industri terkini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu bersaing di kancah global, tetapi juga siap menjadi talenta penggerak kemajuan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045. mut











