Sistem Tanggung Renteng Memikat Malaysia: Koperasi SBW Malang Jadi Rujukan Internasional

Ketua Kopwan SBW  Dr.Sri Untari  Bisowarno menerima kunjungan Koperasi ANGKASA  Malaysia

Kota ​Malang, Bhirawa

Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang semakin mengukuhkan posisinya sebagai kiblat koperasi wanita di kancah internasional. Keberhasilan ini dibuktikan melalui kunjungan strategis dari Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia (ANGKASA) Wilayah Selangor, Selasa (2/6) kemarin. Rombongan yang berkekuatan 23 orang tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Haji Datuk Mansyur bin Ahmad, didampingi Datuk Alias dan Syahrudin dari Koperasi Pusat ANGKASA. Kunjungan ini merupakan respons balasan setelah pengurus SBW bertandang ke Malaysia beberapa bulan lalu.

​Fokus utama dari kunjungan internasional ini adalah melihat secara dekat implementasi “Sistem Tanggung Renteng”, sebuah model tata kelola khas yang menjadi fondasi dan ruh kesuksesan Koperasi SBW. Model pengelolaan ini dinilai luar biasa dan sangat inspiratif untuk diterapkan pada pengembangan koperasi wanita di wilayah Selangor.

​Ketua SBW, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., mengungkapkan bahwa berdasarkan diskusi dalam pertemuan tersebut, sistem serupa sebenarnya sudah mulai diuji coba di wilayah Sabah, namun untuk wilayah Selangor sendiri terbilang masih belum ada.

​”Karena itu, kami memandang perlu untuk menjalin hubungan yang lebih erat lagi antara gerakan koperasi di Jawa Timur dengan rekan-rekan koperasi di Malaysia untuk saling belajar. Pihak ANGKASA sangat memuji pelaksanaan tata kelola di SBW, dan kami juga diundang untuk berkunjung ke Selangor guna memperluas jejaring koperasi antar kedua negara,” ujar Sri Untari.

​Kunjungan internasional ini juga dihadiri dan disambut hangat oleh Ketua Dekopinwil Jatim, Slamet Sutanto, serta perwakilan Pusat Koperasi Wanita Konveksi (Puskowan) Jati, Isminarti, bersama pengurus Perwirani.

​Dalam sambutannya, Ketua Dekopinwil Jatim, Slamet Sutanto menyatakan komitmennya untuk mempererat tali persaudaraan gerakan koperasi Jatim ke tingkat internasional. Ke depan, Dekopinwil Jatim berencana memboyong koperasi-koperasi lain di bawah naungannya untuk melakukan kunjungan balasan ke Malaysia. Langkah ini nantinya bisa diintegrasikan juga melalui program Misi Dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau skema kolaborasi lainnya guna penguatan kelembagaan dan perlindungan perkoperasian.

​Sementara itu, Isminarti dari Puskowan Jati menambahkan, di Jawa Timur saat ini terdapat 39 koperasi yang berada di bawah naungan Puskowan Jati, di mana 13 di antaranya tercatat sangat aktif dan berjalan dengan sangat baik, termasuk SBW, yang kini sukses menjadi rujukan belajar dunia internasional.

​Ketua Rombongan ANGKASA Selangor, Datuk Mansyur, menyampaikan rasa hormat dan salam hangat dari Presiden ANGKASA, yang sekaligus menjabat sebagai Presiden ASEAN Co-operative Organization (ACO). Ia menegaskan kekagumannya terhadap profesionalisme sistem yang berjalan di SBW.

​Menariknya, sinergi lintas negara ini juga merambah ke sektor pendidikan tinggi. Mengingat salah satu anggota rombongan, Prof. Nur (istri Datuk Mansyur), selama ini aktif menjalin komunikasi dengan Universitas Merdeka (Unmer) Malang, jajaran akademisi Unmer turut hadir dalam menyambut rombongan. Kehadiran tim Unmer dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana Unmer, Prof. Dr. Grahita Chandrarin, M.Si., Ak., CA., didampingi Prof. Dr. Sunardi, SE., Kp., serta jajaran staf. Kehadiran kalangan akademisi ini diharapkan dapat memperkuat program pengabdian masyarakat para profesor yang diamanahkan negara untuk terjun langsung ke berbagai bidang keilmuan, salah satunya penguatan manajemen perkoperasian.

​Usai prosesi penyambutan, rombongan diajak langsung meninjau sejumlah fasilitas dan unit usaha yang dikelola SBW. Peninjauan diawali di SBW Mart untuk melihat tata letak, manajemen logistik, dan produk-produk yang dijual. Pihak ANGKASA memuji penataan layout dan kelengkapan produk, bahkan mereka menyarankan agar produk-produk hasil karya anggota SBW segera meluncurkan merek dagang (branding) resmi berlabel SBW. Menurut Sri Untari, ide tersebut sangat bagus dan memang sudah masuk dalam proses perencanaan manajemen.

​Rombongan kemudian bergerak meninjau ruang pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menampilkan produk-produk kerajinan dan olahan kreatif anggota SBW. Kunjungan diakhiri dengan meninjau ruang Layanan Simpan Pinjam di lantai dua serta fasilitas pertemuan di lantai tiga Gedung SBW. Pihak ANGKASA mengaku sangat terkesan dengan skala operasional yang besar serta profesionalisme pelayanan yang diterapkan secara konsisten oleh Koperasi SBW Malang.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *