Soroti Foto Pasar Gadang di Pameran PFI, Wali Kota Malang Bicara Dinamika Perubahan Kota

Malang, Bhirawa — Sebuah karya foto jurnalistik tidak sekadar mengabadikan momen visual, melainkan memotret denyut kehidupan, memori ruang, hingga dinamika perubahan suatu daerah. Refleksi tersebut mengemuka saat Wali Kota Malang meninjau pameran fotografi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, Sabtu 26/9.

​Saat mengamati deretan karya yang dipamerkan, perhatian Wali Kota tertuju pada sebuah foto yang merekam sudut Pasar Gadang. Dari potret tersebut, ia mengaitkan kekuatan visual fotografi dengan transformasi kawasan di Kota Malang dari masa ke masa.

​Menurutnya, visual fotografi mampu menjadi medium evaluasi dan retrospeksi dalam melihat pertumbuhan tata ruang kota secara objektif. Foto tak hanya menyajikan fisik bangunan atau keramaian, tetapi menyimpan riwayat dinamika sosial di baliknya.

​Wali Kota sempat mengenang masa tugasnya ketika menjabat sebagai Camat Tajinan sekitar dua dekade silam. Pengalaman teritorial itu membentuk pemahamannya terhadap akar persoalan serta posisi strategis kawasan Gadang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

​Ia mengungkapkan, persoalan Pasar Gadang hingga kini terus menjadi perhatian publik dan kerap dilaporkan warga, baik melalui audiensi langsung maupun media sosial.

​”Ini dari permintaan juga. Dari banyak orang yang selalu saya temui, ketemu di mana-mana, di media sosial saya. Selalu banyak (masukan) masalah Pasar Gadang,” ujarnya.

​Ia menilai, arsip visual Pasar Gadang membantu para pemangku kebijakan dan masyarakat umum membaca riwayat kawasan tersebut secara utuh. Kekuatan pewarta foto, lanjutnya, berada pada kejelian menangkap sudut pandang (angle) yang kerap luput dari liputan berita harian.

​”Kalau dalam satu foto kita bisa lihat berbeda angle-nya, yang tidak biasa ditampilkan di media-media, itu membuat orang tertarik. Yang tidak biasa ini mendorong orang untuk langsung berpikir dan mencari tahu cerita di baliknya,” terang Wali Kota.

​Kepekaan narasi visual itu juga ia temukan pada karya lain, seperti potret kehangatan keluarga di sebuah rumah bersahaja yang sarat pesan kebangsaan serta identitas sosial tanpa perlu diperjelas narasi panjang.

​Pameran foto PFI Malang kali ini mengusung tema besar “Tanah, Pangan, dan Harapan”. Wali Kota mengapresiasi tema tersebut yang dinilai sangat kontekstual dengan tantangan perkotaan hari ini, mulai dari alih fungsi lahan, ketahanan pangan, hingga optimisme warga di tengah perubahan zaman.

​Ia berharap pameran foto jurnalistik ini terus konsisten digelar agar karya-karya pewarta foto kian dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi dokumen visual perjalanan pembangunan Kota Malang.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *