Jakarta, Bhirawa – FIFA ASEAN Cup 2026 resmi berakhir pada Senin (5/10) malam WIB di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Hasilnya, Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand 4-2 pada babak adu penalti.
Kedua tim sempat seri 1-1 pada 90 menit, lalu imbang 2-2 pada babak tambahan waktu.
Baca Juga: Rekap FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia dan Hongkong Kompak Juara
Statistik FIFA ASEAN Cup 2026
Daftar Top Skor (3 Teratas)
Setelah turnamen ini berakhir beberapa statistik muncul, baik pada kategori individu maupun tim.
Penyerang muda Timnas Indonesia, Mitchell Baker (19 tahun) menjadi top skor turnamen dengan mencetak 5 gol.
Berbeda dengan mesin gol tim lain, Mitchell Baker mencetaknya dalam satu pertandingan.
Ia memborong lima gol tersebut pada laga terakhir fase grup melawan Bangladesh yang berakhir 9-2 untuk kemenangan Indonesia.
Pencetak gol terbanyak kedua adalah Bergson da Silva (35 tahun).
Penyerang naturalisasi Malaysia kelahiran Brasil ini mencetak 4 gol.
Bergson menjebol gawang Bangladesh sekali, dan mencetak trigol ke gawang Singapura pada laga terakhir Grup A.
Kemudian, striker Filipina, Bjorn Martin Kristensen (24 tahun) menjadi top skor ketiga dengan 3 gol.
Pemain kelahiran Oslo, Norwegia ini menjebol gawang Pakistan sekali dan dua kali ke gawang Thailand.
Top Assist
Ole Romeny (26 tahun) menjadi pencetak asis alias umpan gol terbanyak dengan mengemas 4 asis.
Ia pun melakukannya dalam satu pertandingan seperti yang terjadi pada Mitchell.
Empat asis Ole Romeny untuk tiga gol Mitchell Baker dan gol Luke Vickery yang semuanya ke gawang Bangladesh.
Kiper Nirbobol
Syihan Hazmi (30 tahun) menjadi kiper dengan catatan nirbobol terbanyak, yakni tiga pertandingan.
Ia membantu Malaysia tanpa kemasukan saat seri tanpa gol dengan Indonesia, menang 6-0 atas Singapura, dan menang 1-0 atas Vietnam di laga perebutan peringkat ketiga turnamen.
Penjaga gawang yang mencatatkan nirbobol terbanyak kedua adalah Maarten Paes (28 tahun) dengan clean-sheet dua pertandingan.
Ia minim serangan saat Indonesia menang 2-0 atas Singapura, dan berhasil menahan gempuran Malaysia bersama lini belakang Garuda saat seri tanpa gol.
Statistik Tim
Timnas Indonesia menjadi tim tersubur selama turnamen dengan mencetak total 13 gol—di luar babak adu penalti.
Sebanyak 12 gol tercipta selama waktu normal, alias 92 persen.
Tetap lebih banyak daripada tim lain di FIFA ASEAN Cup 2026 (divisi 1) yang bergulir di Jakarta dan Bandung.
Tim tersubur kedua adalah Malaysia dengan 10 gol. Mereka juga menjadi tim satu-satunya yang tidak kemasukan gol (nirbobol) sepanjang turnamen.
Mereka menang 3-0 atas Bangladesh, seri 0-0 dengan Indonesia, dan menang 6-0 atas Singapura, serta menang 1-0 atas Vietnam.
Sebaliknya, Bangladesh menjadi tim dengan pertahanan terburuk usai kemasukan 13 gol.
Hamza Choudhury dan kolega kebobolan lebih banyak daripada Pakistan yang kemasukan 10 gol.
Bangladesh juga menjadi tim satu-satunya yang tanpa poin selama turnamen.
Mereka kalah 0-3 dari Malaysia, 0-1 dari Singapura, dan 2-9 dari Indonesia.
Sedangkan, sesama tim undangan dari Asia Selatan, Pakistan masih dapat meraih 1 poin dan mencetak 4 gol.
Lalu, Singapura menjadi tim dengan jumlah gol paling sedikit (1).
Bahkan, tim asuhan Gavin Lee kalah banyak dengan jumlah gol Bangladesh (1:2).
Hanya Bangladesh juga yang mampu mereka jebol dan hanya dengan sebiji gol dari Harhys Stewart.
Mereka juga menjadi tim dengan pertahanan terburuk ketiga setelah Bangladesh (13 kemasukan) dan Pakistan (10) dengan kemasukan 8 gol.
Sekaligus menjadi tim Asia Tenggara divisi utama dengan pertahanan terburuk.
FIFA ASEAN Cup 4 Tahun Lagi
Menurut rilis FIFA, turnamen ini akan bergulir empat tahun sekali.
Artinya, edisi kedua akan bergulir pada 2030 mendatang, dan estimasinya akan berlangsung setelah Piala Dunia.
Menarik dinantikan, siapakah yang akan menjadi juara pada edisi kedua. Apakah Indonesia lagi atau tim lainnya?(DS)






