Kota Malang, Bhirawa-Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) terus memacu hilirisasi riset mutakhir ramah lingkungan. Langkah konkret tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis bersama Pusat Riset Sistem Nanoteknologi, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa 20/10.
Prosesi penandatanganan dokumen kerja sama yang berlangsung di Ruang Sidang FTAB UB ini dipimpin langsung oleh Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., bersama Kepala Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, Prof. Murni Handayani, Ph.D.
Kolaborasi ini menitikberatkan pada tema besar “Riset Nanoteknologi dan Bioteknologi untuk Pengembangan Material Fungsional Berkelanjutan Berbasis Biomassa”, sebuah ikhtiar strategis dalam memberi nilai tambah tinggi pada potensi limbah agroindustri nasional.
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan akselerasi penting dalam menjawab tantangan agroindustri masa depan. Menurutnya, potensi biomassa Indonesia yang berlimpah tidak boleh sekadar berakhir sebagai limbah, melainkan harus dikonversi menjadi produk fungsional bernilai ekonomi tinggi.
”Kolaborasi dengan BRIN sebagai ujung tombak riset nasional akan mempercepat hilirisasi inovasi kami. Kami menargetkan lahirnya material fungsional inovatif berbasis limbah agroindustri yang tidak hanya unggul secara publikasi ilmiah, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan bagi industri,” terang Prof. Yusuf.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, Prof. Murni Handayani, menyambut positif kolaborasi tersebut. Pihaknya menilai kapasitas riset FTAB UB sangat sejalan dengan peta jalan riset material maju yang tengah dikembangkan BRIN.
Adapun ruang lingkup kemitraan ini memayungi empat fokus riset utama, meliputi:
Riset nanoteknologi dan pengembangan material fungsional.
Bioteknologi, bioproses, serta optimalisasi pemanfaatan biomassa agroindustri.
Pengembangan material berkelanjutan berbasis biokomposit dan material aktif.
Fabrikasi bioplastik masa depan dengan penguat nanomaterial.
Kedua institusi sepakat menjalankan riset terpadu, mulai dari pemetaan potensi biomassa, perancangan pirolisis, formulasi, hingga uji karakterisasi tingkat lanjut. Selain penguatan riset laboratorium, kesepakatan ini mencakup pemanfaatan bersama fasilitas dan instrumen karakterisasi modern, pengajuan proposal pendanaan bersama, hingga hilirisasi luaran berupa paten (HKI), buku akademik, dan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.mut






