Kisah Tri Wahyuni Besarkan Keripik Pisang 3 Krezz: Dari Dapur Rumahan Menuju Rintisan Toko Oleh-Oleh Berkat Sokongan Kopmen SBW Meta Deskripsi: Dirintis saat pandemi, usaha Keripik Pisang 3 Krezz milik Tri Wahyuni di Malang kian melejit berkat ketekunan keluarga dan pembiayaan modal dari Kopmen SBW. Isi Berita: Kota Malang, Bhirawa Hantaman badai pandemi Covid-19 pada 2020 silam justru menjadi pemantik semangat bagi Tri Wahyuni untuk berdikari secara ekonomi. Berangkat dari dapur rumah tangga di kawasan Laksda Adi Sucipto, Kota Malang, ia merintis usaha camilan renyah bermerek Keripik Pisang 3 Krezz yang kini sukses menembus pesanan partai besar berkat suntikan permodalan dari Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW). Di tengah situasi ekonomi yang serba terbatas kala itu, Tri membaca celah pasar pangan olahan yang menjanjikan. Dengan mengandalkan jejaring relasi, produk keripik buatannya mula-mula dipasarkan secara getok tular (mouth to mouth) kepada rekan-rekan sesama anggota koperasi dan kerabat terdekat. ”Pelanggan awal saya adalah teman-teman anggota SBW dan orang-orang terdekat. Dari mulut ke mulut itulah perlahan pasar mulai terbentuk,” kenang Tri saat ditemui di rumah produksinya, Kamis (5/11/2026). Kendati respons konsumen terbilang positif, jalan merintis usaha olahan pisang ini tidak melenggang mulus. Lonjakan harga bahan baku bermutu tinggi sempat mencekik perputaran kas produksi. Keterbatasan likuiditas modal kerja sempat membayangi kelangsungan usahanya. Titik balik usaha Tri terwujud saat ia memanfaatkan fasilitas permodalan bergulir melalui Kopmen SBW, salah satunya lewat pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Bermula dari plafon pinjaman awal sebesar Rp5 juta, komitmen angsuran dan pertumbuhan usaha yang sehat mengantarkan Tri meraih kenaikan plafon hingga Rp20 juta. ”Saya bersyukur menjadi anggota Kopmen SBW. Tambahan modal bergulir hingga Rp20 juta ini sangat krusial untuk membeli stok bahan baku dalam partai besar, sehingga pesanan dalam kuantitas banyak kini bisa kami penuhi tepat waktu,” jelasnya. Menariknya, di tengah kapasitas produksi yang terus meningkat, Tri tetap menjaga cita rasa produk dengan mengandalkan dukungan penuh keluarganya. Suami dan anak-anaknya bahu-membahu dalam mata rantai pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Bagi Tri, ekosistem koperasi perempuan bukan semata-mata lembaga penyedia pinjaman lunak, melainkan wadah pemberdayaan sosial yang menopang perempuan untuk tegak mandiri di kaki sendiri. ”Saya bangga bisa berdaya dan berkumpul bersama ibu-ibu pegiat UMKM di SBW. Target besar saya ke depan ingin memiliki gerai toko oleh-oleh mandiri agar Keripik Pisang 3 Krezz makin luas menjangkau wisatawan yang berkunjung ke Malang,” tutur Tri optimistis. Ia pun berpesan kepada kaum perempuan yang ingin memulai roda wirausaha agar tidak patah arang di tengah keterbatasan modal. Baginya, keterlibatan aktif dalam koperasi yang sehat dan akuntabel merupakan solusi konkret untuk naik kelas dan mewujudkan kemandirian finansial keluarga. (mut) Tag: Kopmen SBW Malang UMKM Malang Keripik Pisang 3 Krezz Pemberdayaan Perempuan LPDB Koperasi Ekonomi Kreatif Ekonomi|5 November 2026 / 14:00 WIBoleh Muhammad Taufik Kota Malang, Bhirawa-Hantaman badai pandemi Covid-19 pada 2020 silam justru menjadi pemantik