Terapkan Teknologi Tepat Guna, 4.780 Mahasiswa PTMA Unjuk Inovasi di Expo Gelar Produk UMM

Malang, Bhirawa — Sebanyak 4.780 mahasiswa dari 49 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia unjuk karya dalam pameran E0xpo Gelar Produk yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pameran ini menjadi ajang unjuk kebolehan atas ratusan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) hasil pengabdian masyarakat selama satu bulan penuh pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

​Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat (fun walk) dan keliling kampus (tour campus), sebelum berlanjut ke Sengkaling serta gelaran puncak expo produk di Rayz UMM Hotel. Kegiatan ini sekaligus menjalankan amanah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) agar mahasiswa menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat selaras dengan tagline KKN Mas dan UMM Mandiri Inovasi Berdampak.

​Kepala Divisi Pengabdian LPPM UMM, Dr. Arina Restian, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh peserta dibaurkan dari berbagai kampus PTMA se-Indonesia serta gabungan lintas program studi dari semester 4 hingga 7. Langkah pembauran ini ditujukan untuk membaurkan dan mempererat kolaborasi antar perguruan tinggi Muhammadiyah.

​”Ada sekitar 120 stand yang memamerkan karya inovasi. Setiap kelompok terdiri dari 15 hingga 30 mahasiswa. Mereka menampilkan teknologi tepat guna yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Dr. Arina Restian saat ditemui di sela-sela kegiatan.

​Dr. Arina menjelaskan, sebaran wilayah pengabdian para mahasiswa ini sangat luas. Untuk KKN Mas PTMA dipusatkan di wilayah Kabupaten Malang, sementara KKN Berdampak tersebar di berbagai kawasan Jawa Timur. Selain itu, terdapat program khusus KKN Gentaskin yang berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Tidak hanya di tingkat nasional, kiprah KKN UMM dan PTMA juga menembus kancah internasional. Sejumlah mahasiswa diterjunkan ke Malaysia, Thailand, hingga Taiwan sebagai diplomat muda pengabdian. Di Penang, Malaysia, mahasiswa berhasil merancang sistem pembelajaran dan kewirausahaan yang melahirkan 5 Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

​Sementara di wilayah lokal Jawa Timur, pelbagai inovasi tepat guna juga berhasil diciptakan. Di Kota Batu, mahasiswa melahirkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk sektor pertanian serta merintis kampung wisata. Di Pujon, mereka mendampingi pelaku UMKM olahan pangan. Sedangkan di wilayah Malang Selatan, tim mahasiswa menciptakan mesin pengolah air.

​”Hasil karya pengabdian ini tidak berhenti saat KKN selesai. Saat ini luaran diarahkan pada pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan proses paten dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Ke depan, melalui Direktorat Saintek LPPM UMM, kita dorong agar karya inovasi ini masuk tahap hilirisasi bekerja sama dengan industri,” jelasnya.

​Seluruh hasil penelitian dan penerapan teknologi ini selanjutnya dilaporkan kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Pihak kampus juga tengah merancang agar luaran KKN dapat dikonversikan atau diequivalensikan dengan tugas akhir atau skripsi mahasiswa, sehingga memberikan keberlanjutan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia akademik. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *