​Turun ke Lapangan, LPA UM Pelajari Praktik Kerukunan di Desa Wirotaman

Malang, Bhirawa-UPT Laboratorium Pendidikan Agama Universitas Negeri Malang (LPA UM) menggelar Kegiatan Pemantapan Wawasan dan Perilaku Moderasi Beragama Mahasiswa di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Selasa 8/9. Agenda ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta perilaku moderasi beragama mahasiswa secara langsung di lapangan.

​Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pihak, mulai dari, Pemuka agama Desa Wirotaman, Dosen dari pelbagai departemen dan program studi, Tenaga kependidikan dan ​Mahasiswa UM.

​Keterlibatan lintas unsur ini menjadi bukti nyata dukungan penuh sivitas akademika UM terhadap penguatan nilai-nilai moderasi beragama.

​Ketua LPA UM, Dr. Achmad Sultoni, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa kunjungan ke Desa Wirotaman memberikan kesempatan emas bagi akademisi untuk belajar langsung dari masyarakat. Menurutnya, pemahaman mengenai kerukunan tidak cukup hanya dipelajari secara teoretis di ruang kuliah.

Baca Juga : Misi Kemanusiaan UM Tembus Medan Berat Manggarai Timur, Berikan Layanan Kesehatan dan Psikososial

​“Bagi kami dari dunia akademis, secara teori ‘kerukunan’ itu mudah, tetapi kami yakin praktiknya tidak semudah teori,” ujar Sultoni.

​LPA UM menilai Desa Wirotaman sebagai rujukan nyata penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Lewat agenda ini, sivitas akademika UM ingin menggali bagaimana masyarakat setempat mengelola keberagaman hingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan sejahtera.

​Sekretaris Desa Wirotaman, Slamet, hadir mewakili kepala desa untuk menyambut rombongan mahasiswa dan dosen UM.

​Slamet mengapresiasi kehadiran para tokoh lintas agama—meliputi unsur Islam, Buddha, Kristen, dan Hindu—sebagai cerminan harmoni yang tumbuh alami di desa mereka. Momen penyambutan ini menjadi pengantar krusial bagi mahasiswa untuk melihat keberagaman bukan sekadar konsep, melainkan realitas sosial yang nyata.

​Kegiatan ini sekaligus memicu kolaborasi produktif antara dunia akademik dan masyarakat melalui pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan keberagaman serta penguatan moderasi beragama.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *