Nyon, Bhirawa – Asosiasi Sepak bola Eropa, UEFA, turut mengirim belasungkawa kepada Nepal yang mengalami bencana banjir bandang mematikan pada 26 Agustus 2026.
Bentuk belasungkawa dari UEFA akan hadir melalui sesi mengheningkan cipta sejenak tiap pertandingan pekan pertama fase liga di Liga Champions 2026/27.
Fase liga UCL akan berlangsung mulai malam ini (8/9) pukul 23.45 WIB.
Baca Juga: Liga Champions Mulai Malam Ini, Jadwal Calvin Verdonk dan Lille vs Real Betis
Surat Belasungkawa dari UEFA
“Seluruh keluarga sepak bola Eropa akan bersatu sebelum pertandingan pekan ini untuk menyampaikan belasungkawa terdalam dan dukungan kami kepada rakyat Nepal,” ujar Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, Senin (7/9).
“Kami berharap mereka mendapat kekuatan dan ketabahan saat mereka terus berupaya pulih dari tragedi ini dan dampaknya,” pungkas Ceferin yang kantor bekerjanya (UEFA) di Nyon, Swiss.
Dua Pertandingan Pembuka di Belgia dan Yunani
Merujuk pada jadwal pekan pertama, maka dua pertandingan perdana yang akan menggelar pengheningan cipta adalah Club Brugge vs Aston Villa di Belgia, dan AEK Athens vs LASK Linz di Yunani.
Kemudian, pertandingan terakhir yang akan mengheningkan cipta sejenak untuk bencana Nepal akan berlangsung di Jerman, Ceko, Italia, dan Inggris.
Empat pertandingan terakhir matchday 1 akan menghadirkan laga Bayern Munchen vs Bodo Glimt, Slavia Praha vs Lens, Como vs Leipzig, dan Manchester United vs Sabah FK.
Baca Juga: Persija Jakarta Donasikan 300 Juta kepada Korban Bencana NTT dan Kalimantan
Banjir Bandang Nepal
Bencana ini berawal dari runtuhnya gletser di kawasan Langtang dekat perbatasan Nepal-Tibet.
Peruntuhan gletser ini menyebabkan aliran air es, lumpur, dan bebatuan besar menerjang wilayah hilir seperti Sungai Bhote Koshi dan Trishuli.
Kejadian pada pagi hari, 26 Agustus 2026 tersebut membuat banyak penduduk di lokasi terdampak menjadi korban jiwa.
Bahkan, masih banyak yang berstatus hilang hingga saat ini.
Menurut Daily Star hingga Selasa (8/9), sebanyak 1.357 orang meninggal akibat banjir bandang Nepal.
Kemudian menurut Anadolu Ajansi (8/9), 5.326 orang hilang termasuk 587 warga asing.
Kerusakan infrastruktur juga tak terelakkan. Menurut laporan SANA (4/9), sekitar 7.500 rumah hancur sepenuhnya akibat banjir ini.
Total kerugian mencapai lebih dari 2,5 miliar dolar alias sekitar Rp45 triliun.
Pihak PBB menyerukan penggalangan dana sekitar Rp881 miliar untuk pemulihan akibat banjir Nepal.
Penggalangan Dana Bantuan dari Rumah Zakat
Khusus Indonesia, saat ini Rumah Zakat membuka penggalangan dana untuk korban Nepal.
Hingga Selasa (8/9) malam WIB, dana yang terkumpul senilai Rp1.865.000 dari 17 donatur.
“Atas dasar kepedulian terhadap sesama, panggilan kemanusiaan untuk membantu mereka yang membutuhkan, Rumah Zakat mengajak sahabat untuk menjadi bagian dari hadirnya kemudahan lewat bantuan yang kita berikan,” tulis Rumah Zakat pada laman resminya.
“Penuhi kebutuhan dasar mulai dari kebutuhan pangan dan makanan siap saji untuk warga penyintas banjir bandang di wilayah Nepal dan sekitarnya,” imbuh keterangan tersebut.
Adapun bantuan dapat diberikan melalui situs resmi Rumah Zakat untuk membantu pemulihan warga Nepal dari bencana banjir bandang tersebut.(DS)











