Rektor UM Prof Haryono melakukan monitoring pelaksanaan UTBK Selasa 21/4 kemarin
Kota Malang, Bhirawa
Universitas Negeri Malang (UM) kembali meneguhkan komitmennya sebagai penyelenggara pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang kredibel. Memasuki pelaksanaan tahun 2026, UM menerapkan standar pengamanan berlapis guna menjamin transparansi dan keadilan bagi seluruh peserta.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah titik lokasi ujian, salah satunya di Laboratorium Fakultas Teknik (FT) lantai 2 dan 3, Selasa (21/4). Dalam tinjauan tersebut, Rektor memastikan kesiapan fasilitas dan performa tim pengawas di lapangan.
”Kami melakukan pemantauan di setiap lokasi ujian untuk memastikan tim pengawas bekerja dinamis namun tetap tegas. Prinsipnya, seluruh proses harus berjalan lancar, transparan, dan menjunjung tinggi keadilan,” ujar Prof. Hariyono di sela-sela peninjauan.
Senada dengan Rektor, Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menjelaskan bahwa UM tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik kecurangan. Berdasarkan evaluasi ketat dari tahun-tahun sebelumnya, UM menerapkan protokol keamanan yang sangat mendetail.
Beberapa langkah antisipatif yang diterapkan antara lain:
Pemeriksaan Metal Detector: Digunakan untuk mendeteksi perangkat elektronik tersembunyi.
Sterilisasi CCTV: Mematikan fungsi perekaman pada area tertentu guna mencegah kebocoran soal.
Penyediaan Pakaian Pengganti: Disiapkan bagi peserta yang mengenakan pakaian yang mencurigakan atau berpotensi menyembunyikan alat komunikasi.
Pakta Integritas: Seluruh pengawas wajib menandatangani komitmen integritas setelah melalui proses pembinaan.
”Langkah tegas ini terbukti efektif. Selama tiga tahun terakhir, pelaksanaan UTBK di UM nihil laporan kecurangan. Kejadian pada tahun 2022 kami jadikan pelajaran berharga untuk memperkuat sistem pengawasan saat ini,” tegasnya.
Selain aspek keamanan, UM juga menonjolkan sisi inklusivitas. Pada pelaksanaan tahun ini, tercatat sebanyak 11 peserta berkebutuhan khusus mengikuti ujian di UM. Mereka mendapatkan layanan pendampingan khusus dari Unit Mahasiswa Gempita, mulai dari akses mobilitas hingga bantuan teknis di ruang ujian.
Upaya komprehensif ini merupakan manifestasi nyata dukungan UM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin ke-4 terkait Pendidikan Berkualitas dan poin ke-10 mengenai Pengurangan Ketimpangan.
Dengan sistem yang adil dan fasilitas yang inklusif, UM berupaya memastikan setiap calon mahasiswa, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas. mut










