Malang, Bhirawa — Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah (Muswil) Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) Regional VII Jawa Timur, bertajuk transformasi pendidikan teknik elektro di tengah pesatnya kemajuan artificial intelligence (AI) dan green technology, di gelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis 27/8.
Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. dan menjadi pembicara kunci pada pada kegiatan yang dilakukan di GKB lantai empat tersebut.
Fauzan menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan semata pada kemajuan teknologi, melainkan pada kualitas sumber daya manusia sebagai pengguna teknologi.
Baca Juga;Legal Expo FH UMM Jadi Percontohan Hubungan Kampus dan Dunia Kerja
“Problem kita bukan pada teknologinya, tetapi pada sumber daya manusia sebagai pengguna teknologi. Perguruan tinggi perlu memberikan ruang untuk membentuk karakter pengguna teknologi. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika AI berkembang dan digunakan dalam berbagai bidang,” ujarnya.
Ditambhakan mantan Rektor UMM tersebut bahwa pengembangan green technology juga membutuhkan perubahan pola pikir kolektif. Ia menekankan peran perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi untuk mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan yang efektif.
Ketua FORTEI Regional VII Jawa Timur, Dr. Eng. I Komang Somawirata, S.T., M.T., menyatakan Muswil yang digelar secara bergilir antaranggota ini menjadi momentum penguatan komunikasi dan kerja sama antarprogram studi teknik elektro di Jawa Timur.
Forum itu dimanfaatkan untuk bertukar pengalaman pengelolaan program studi, merumuskan arah pengembangan organisasi, serta menyusun rencana kolaborasi antarkampus.
“Harapannya perguruan tinggi anggota FORTEI dapat saling membantu dalam mengembangkan pendidikan teknik elektro. Jejaring yang terbentuk melalui organisasi perlu dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi yang konkret,” kata Komang.
Sementara itu Dekan Fakultas Teknik UMM, Prof. Dr. Ir. Sulianto, M.T., menggarisbawahi pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif.
“Seminar ini diharapkan melahirkan gagasan penelitian dan inovasi yang menjawab persoalan di bidang energi, telekomunikasi, sistem kendali, dan teknologi informasi,”tukasnya.
Selain itu peserta juga membahas strategi organisasi yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan teknik elektro melalui program-program nyata.
“Kita memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif. Hasil musyawarah diharapkan tidak berhenti pada keputusan organisasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program yang memberi dampak bagi pendidikan dan masyarakat,” ujar SSulianto.mut












