Wujudkan  Kemandirian Pangan, FBiPK UB Gandeng Petrokimia Gresik,Luncurkan Program PANDAWA

Malang, Bhirawa – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat perdesaan dengan menggandeng PT Petrokimia Gresik. Sinergi ini diwujudkan melalui peresmian Program PANDAWA (Pandanrejo Agroecology & Welfare Village) di Kantor Koperasi Brawijaya Agro Ventura, Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

​Inisiatif jangka panjang yang berbasis agroekologi ini ditujukan untuk memadukan konservasi alam, peningkatan kapasitas petani, pembenahan infrastruktur tani, hingga perbaikan taraf hidup warga desa setempat.

​Dekan FBiPK UB, Prof. M. Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., menyatakan bahwa penyelesaian persoalan perdesaan membutuhkan kolaborasi konkret antara kepakaran akademis dan dunia industri. Melalui transfer teknologi serta riset terapan, kemajuan hasil tani harus berjalan selaras dengan kelestarian alam.

​”Peningkatan produktivitas pertanian harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Melalui pendampingan berbasis iptek, kami ingin memastikan kemandirian warga agar manfaat program ini terus berlanjut secara swadaya,” terang Prof. Purnomo.

​Dalam pelaksanaannya, Program PANDAWA menitikberatkan sejumlah agenda prioritas, antara lain:

​Konservasi Sumber Daya Air: Penghijauan di kawasan tangkapan air guna menjaga keseimbangan ekosistem dan pasokan mata air.

​Infrastruktur Irigasi: Pembangunan jaringan pembagi air untuk mengoptimalkan pengairan petak-petak lahan tani.

​Edukasi Pemupukan Presisi: Penyediaan lahan percontohan (demonstration plot) untuk melatih petani menerapkan dosis dan teknik pemupukan berimbang.

​Akses Saprodi & Layanan Sosial: Penguatan rantai distribusi pupuk resmi serta penyuluhan kesehatan warga.

​Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Petrokimia Gresik, Sutyoso Kusentyo Putra, menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mengawal program tanggung jawab sosial perusahaan agar tepat sasaran dan berdaya guna panjang.

​”Kolaborasi bersama Universitas Brawijaya mengintegrasikan penguatan produksi tani, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat ke dalam satu model pembinaan yang terukur,” jelas Sutyoso.

​Program ini melibatkan jajaran Pemerintah Dusun Pandanrejo serta Perhutani Wilayah Kerja Bambang Selatan, khususnya pada tata kelola kawasan hutan dan pemanfaatan sumber daya alam sekitar. Model agroekologi terpadu di Wajak ini diproyeksikan menjadi percontohan desa mandiri yang dapat direplikasi di sentra-sentra pertanian lainnya di Jawa Timur.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *