Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Mahasiswa UM dan UKM Malaysia Dampingi Santri Mambaul Abyad

​Kabupaten Malang, Bhirawa-Komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas terus bergulir. Kali ini, Universitas Negeri Malang (UM) menggandeng Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menghelat program pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Mambaul Abyad, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

​Aksi kolaborasi internasional tersebut difokuskan pada alih teknologi pertanian modern, yakni sistem akuaponik dan kultur jaringan tumbuhan, guna mendorong kemandirian pangan pesantren yang berkelanjutan.

​Agenda ini merupakan bagian integral dari program International Student Inbound Mobility 2026 yang diinisiasi Departemen Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM. Melalui skema tersebut, mahasiswa lintas negara diterjunkan langsung untuk berinteraksi sekaligus memberdayakan komunitas santri melalui transfer pengetahuan praktis.

​Dalam praktiknya, para santri bersama mahasiswa UKM mempraktikkan langsung pemanfaatan lahan dan air secara terpadu melalui sistem akuaponik. Langkah ini diwujudkan dengan penanaman bibit sayur selada pada instalasi hidroponik yang terhubung langsung dengan kolam penebaran benih ikan nila. Sistem simbiosis mutualisme ini dinilai sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan pangan hewani dan nabati secara mandiri di lingkup pesantren.

​Tidak hanya akuaponik, para santri juga dibekali materi bioteknologi berupa kultur jaringan tanaman. Teknologi perbanyakan vegetatif dalam kondisi steril dan terkontrol ini diperkenalkan agar para santri memahami metode perbanyakan bibit tanaman unggul secara efisien dan produktif.

​Kolaborasi ini membuktikan bahwa kemitraan antarperguruan tinggi global tidak sekadar berhenti pada ruang seminar akademik, melainkan menyentuh langsung aspek sosial kemasyarakatan. Para mahasiswa asing memperoleh pengalaman kontekstual mengenai dinamika sosial perdesaan, sementara santri mendapatkan wawasan aplikatif seputar inovasi agrikultur modern.

​Inisiatif pengabdian lintas batas ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pilar SDG 2 dalam menghapus kelaparan lewat penyediaan pangan mandiri, SDG 4 terkait pendidikan berkualitas berbasis praktik lapangan, serta SDG 17 mengenai penguatan kemitraan strategis global demi kemaslahatan masyarakat.

​Melalui pendampingan berkelanjutan, FEB UM dan UKM berharap instalasi akuaponik di Ponpes Mambaul Abyad dapat menjadi laboratorium hidup bagi para santri, sekaligus pilar penopang kemandirian logistik pesantren ke depan. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *