Jakarta, Bhirawa – PSSI dan I League telah menggelar konferensi pers terkait peluncuran Indonesia Women’s League 2026/27.
Konferensi pers ini berlangsung Selasa (11/8) pukul 11.00 WIB di Kantor I League, Jakarta.
Beberapa detail diungkapkan seperti Persita Tangerang vs Persija Jakarta sebagai laga pembuka IWL 2026/27.
Baca Juga: Erick Thohir Evaluasi Hasil Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Kemudian, penerapan marquee player per tim yang maksimal dapat diisi empat pemain asing.
Menariknya, dua pemain Timnas Indonesia jalur naturalisasi keturunan, Estella Loupatty dan Isabelle Nottet masuk kategori ini karena baru saja bermain di Eropa.
“Kebetulan untuk musim pertama ini baru ada pemain diaspora yang bergabung. Isabelle Nottet dan Estella Loupatty,” ungkap Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, via YouTube I League TV.
“Saya tahu, butuh waktu untuk meyakinkan mereka untuk mau bergabung di liga putri kita,” ujarnya.
“Baru ada dua diaspora, mereka termasuk marquee player. Sisanya, kami serahkan ke klub sesuai kemampuannya untuk maksimal empat pemain asing dan marquee player,” imbuh Wakil Ketua Umum KONI pusat.
“Empat pemain asing itulah yang kami sebut marquee player. Terkait finansial, klub yang mau subsidi yang diberikan PT Liga (I League), saya yakin mampu untuk membayar pemain asing,” lanjut wakil Departemen Sepak Bola Putri PSSI.
“Tapi kalau levelnya yang pernah bermain di Piala Dunia mungkin tarifnya lebih banyak dan perlu dana dari klub yang ikut liga,” sambungnya.
“Intinya, kami serahkan sesuai kemampuan dari masing-masing untuk mencari pemain asingnya,” beber perempuan kelahiran Surabaya ini.
PSSI Tegaskan Tak Nomor Duakan Sepak Bola Wanita
“PSSI juga memutar Piala Soeratin untuk senior dan kelompok U-14 dan U-16. Semua ini kami lakukan dalam beberapa tahun dan akan terus berlanjut ke depan,” ungkap Erick Thohir saat konpers.
“Klub-klub bersepakat untuk 5 tahun, liga juga bersepakat untuk mendorong keberlangsungannya, PSSI juga melihat komersialisasinya agar berjalan baik sehingga mengembangkan kompetisinya,” jelasnya.
“Rencana kick-off Indonesia Women’s League pada 17 Oktober 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro dengan pertandingan antara Persita dengan Persija,” papar Teddy Tjahjono, perwakilan I League bidang sepak bola putri.
“Kami menggunakan sistem terpusat di Soemantri dan enam klub dari wilayah Jabodetabek akan berpartisipasi,” imbuhnya.
“Enam klub yang berkomitmen ikut adalah Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa FC,” ungkapnya.
“Format kompetisi rencananya akan mengusung triple round robin, lalu ada babak semifinal dan final,” jelasnya lagi.
Secara garis besar dalam konpers ini, PSSI dan I League mengusung harapan agar IWL dapat tumbuh dan berkembang hingga menjadi kolam talenta kuat Timnas Putri Indonesia.(DS)










