75 Sanggar Seni di Jatim Berlaga pada Festival Tari TradisionalSemarakkan Malang City Expo VII

Pengelola Sanggar Citra Natya Budaya, Qatrunnada Widad Woro Asih,

Malang, Bhirawa-Penyelenggaraan Malang City Expo VII di Malang City Point pada 23–26 Juli 2026 berlangsung meriah. Ajang tahunan hasil kolaborasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI bersama Pemerintah Kota Malang tersebut tidak hanya menjadi wadah promosi produk unggulan UMKM dan Koperasi Merah Putih, tetapi juga disemarakkan dengan Gelaran Festival Tari Tradisional dan Kreasi yang diikuti 75 sanggar seni dari berbagai daerah di Jawa Timur.

​Pameran yang menargetkan nilai transaksi mencapai Rp1 miliar selama empat hari penyelenggaraan ini menghadirkan pelbagai produk unggulan lokal untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha.

​Guna memperkuat daya tarik pengunjung, festival seni budaya tersebut dihadirkan atas kerja sama Sanggar Citra Natya Budaya dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.

​Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menegaskan bahwa penyelenggaraan Malang City Expo memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi daerah.

​“Setiap event yang digelar di Kota Malang pasti berdampak terhadap transaksi ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Apalagi kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM Kota Malang maupun Malang Raya,” ujar Eko Sri Yuliadi.

​Sementara itu, pengelola Sanggar Citra Natya Budaya, Qatrunnada Widad Woro Asih, mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi dengan hadirnya puluhan sanggar dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur.

​”Total ada 75 sanggar dari berbagai daerah di Jawa Timur. Semuanya hadir, mulai dari Malang, Surabaya, Mojokerto, Tuban, dan daerah lainnya,” kata Qatrunnada.

​Kompetisi tari ini dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD kelas 1–3 dan kelas 4–6), hingga tingkat SMP dan kategori umum, baik nomor tunggal maupun grup. Para pemenang berhak mendapatkan trofi, uang pembinaan, serta penghargaan khusus bagi peraih nilai tertinggi.

​Untuk menjaga objektivitas, proses penilaian dilakukan secara terbuka menggunakan sistem scoring yang ditampilkan secara langsung sesaat setelah peserta selesai tampil.

​”Begitu peserta selesai tampil, nilainya langsung ditampilkan. Jadi semua bisa melihat hasilnya secara terbuka sehingga penilaian lebih transparan,” jelasnya.

​Melalui sinergi ini, Diskopindag Kota Malang dan Sanggar Citra Natya Budaya berharap festival ini dapat menjadi wadah penyaluran bakat generasi muda sekaligus melestarikan budaya lokal di tengah melesatnya industri kreatif, menyatu dalam kesuksesan penguatan ekonomi UMKM Malang City Expo VII. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *