Pencegahan Konflik Sosial, FPK Jatim Ajak Pemerintah Perkuat Dialog dan UMKM

Pencegahan Konflik Sosial, FPK Jatim Ajak Pemerintah Perkuat Dialog dan UMKM

Surabaya, Bhirawa-Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Timur mengingatkan pentingnya langkah preventif dalam menjaga kerukunan masyarakat di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat diminta tidak menunggu konflik terjadi, melainkan proaktif membangun dialog, memperkuat pemberdayaan ekonomi, serta melibatkan organisasi kemasyarakatan.

​Hal tersebut ditegaskan Ketua FPK Jawa Timur, R. Mohammad Ali Zaini, di Surabaya, Kamis (30/7). Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama Jawa Timur yang harus terus dijaga melalui semangat persatuan dan saling menghormati dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

​”Semoga kita semua masih mampu merawat dan menjaga persatuan dan kesatuan serta saling menghargai dan menghormati sesama anak bangsa dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Ali Zaini.

​Ia menilai, saat ini masih terdapat berbagai peristiwa di masyarakat yang berpotensi memicu gesekan antarwarga. Dalam beberapa kasus, persoalan yang muncul kerap menyeret identitas suku tertentu sehingga berisiko memperbesar konflik sosial. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak bersikap arif dan bijaksana.

​”Jangan sampai kita baru bergerak setelah konflik terjadi. Pencegahan jauh lebih penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tegasnya.

​Sebagai upaya menjaga stabilitas sosial, FPK Jawa Timur menyampaikan lima rekomendasi penting.

​Pertama, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota diminta lebih aktif melibatkan organisasi kemasyarakatan dalam forum dialog berkala untuk membahas isu strategis, seperti pengembangan UMKM, pelatihan kerja, dan perluasan peluang usaha.

​Kedua, FPK mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi cooling system dengan memperkuat komunikasi, merangkul warga, serta mengedepankan musyawarah.

​Ketiga, pemerintah diharapkan lebih peka dan serius memperkuat pemberdayaan ekonomi kerakyatan agar tidak ada kelompok masyarakat yang merasa terpinggirkan akibat tekanan ekonomi.

​Keempat, Ali Zaini menegaskan bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa untuk meredam potensi konflik agar tidak dimanfaatkan pihak luar.

​Kelima, masyarakat diimbau menyerahkan setiap proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian agar ditangani secara profesional dan transparan.

​Menutup keterangannya, Ali Zaini menekankan bahwa seluruh masyarakat memiliki kewajiban menjaga keamanan daerah agar Jawa Timur tetap menjadi rumah yang aman dan kondusif bagi semua suku.

​”Kekuatan Jawa Timur ada pada keberagamannya. Mari kita jaga agar Jawa Timur tetap aman dan kondusif. Jangan sampai perut lapar membuat kita lupa saudara,” pungkasnya.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *