Malang, Bhirawa-Lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza bukan sekadar gubahan musik pengiring seremoni, melainkan untaian doa, puji-pujian, serta peneguh kesadaran kolektif bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut ditekankan oleh Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., usai bertemu dengan para kader PDI Perjuangan se-Ranting Lowokwaru di Cafe Setumpuk, Jalan Bromo, Kota Malang, Minggu 1/11.
Pada kesempatan tersebut, Untari menyoroti pentingnya merawat serta menggaungkan kembali versi orisinal ciptaan Wage Rudolf (WR) Supratman tersebut secara utuh. Ia menjelaskan bahwa regulasi mengenai menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza sejatinya tetap berlaku hingga hari ini. Versi lengkap ini merupakan karya asli WR Supratman yang dalam perjalanannya selaras dengan gagasan kebangsaan Bung Karno.
Menurut Penasehat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur tersebut, keterkaitan historis terlihat saat Bung Karno menuangkan rasa cinta dan kekagumannya terhadap bentang alam Nusantara yang tercermin dalam lirik: “Selamatlah rakyatnya, selamatlah pulaunya, lautnya…”. Dari bait ke bait, lirik yang terangkai menjadi permohonan yang terus dipanjatkan demi keselamatan negeri.
”Segala sesuatu yang terus diucapkan secara berulang-ulang itu akan menjadi doa. Melalui lirik sadarlah hatinya, sadarlah budinya, lagu ini membangkitkan dan membangun kesadaran agar kita memahami arti Indonesia Raya seutuhnya,” terang Untari.
Mengenai upacara bendera umum yang lazimnya hanya menyanyikan satu stanza, politisi perempuan asal Malang ini membeberkan alasan teknis di baliknya. Apabila dinyanyikan lengkap tiga stanza beriringan dengan proses pengerekan sang saka Merah Putih, tiang bendera secara teknis membutuhkan ketinggian mencapai sekitar 27 meter. Oleh karena itu, diputuskan dalam pengibaran bendera saat upacara cukup melantunkan satu stanza.
Meski demikian, Untari menegaskan komitmen kader dan jajaran partai untuk terus mempopulerkan serta mengumandangkan versi tiga stanza dalam berbagai momentum perjuangan dan agenda resmi lainnya. Langkah tersebut dinilai krusial guna mengobarkan kembali cita-cita proklamasi serta menjaga kedaulatan bangsa lewat untaian doa dan sanjungan bagi bumi pertiwi.mut






