Kota Malang, Bhirawa — Puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang dihelat Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menjadi etalase kolaborasi strategis dalam memperluas akses permodalan sekaligus memperkuat ketahanan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang memadukan pameran pembiayaan, UMKM Expo, jalan sehat, hingga pertunjukan seni lokal ini terbukti berdampak konkret terhadap percepatan perputaran ekonomi daerah di Malang Raya, digelar di Lapangan Brawijaya (Rampal), Sabtu 31/10 kemarin.
Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik OJK Malang bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang. Konsep acara yang memadukan unsur edukatif dan rekreatif tersebut dinilai efektif mengikis sekat antara lembaga jasa keuangan formal dengan pelaku usaha rakyat.
”Inklusi keuangan tidak hanya berkutat pada kemudahan akses terhadap layanan perbankan, tetapi harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas UMKM dan pengembangan ekosistem industri kreatif. Melalui ajang ini, pelaku usaha, lembaga jasa keuangan, dan komunitas kreatif saling terhubung guna membuka pasar baru,” tegas Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., saat memberikan sambutan.
Menurut Wahyu, kucuran pembiayaan dan kredit perbankan dengan nilai signifikan yang tersalurkan kepada para pelaku UMKM se-Malang Raya membuktikan agresifnya geliat ekonomi akar rumput. Keberadaan akses pembiayaan yang sehat dinilainya sangat krusial agar pelaku usaha mikro terlindungi dari jeratan pinjaman daring (pinjol) ilegal serta skema keuangan spekulatif lainnya.
”Inklusi keuangan sejatinya menjamin hak dan kesempatan yang setara bagi setiap lapisan masyarakat untuk mengakses produk keuangan resmi, mulai dari budaya menabung, proteksi asuransi, pembiayaan modal usaha, hingga percepatan transaksi digital,” imbuhnya.
Mengangkat tema Financial Festival: Mlaku Bareng, Guyub Bareng, Cerdas Finansial, Wahyu mengajak publik kian cerdas dan bijak mengelola portofolio keuangan pribadi maupun usaha. Semangat ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Malang, Ngalam Ngopeni, yang menitikberatkan pada pendampingan, perlindungan, dan pembukaan ruang tumbuh bagi warga.
”Ketika masyarakat memiliki literasi finansial yang matang dan ditopang akses pembiayaan yang tepat, kemandirian ekonomi keluarga akan terbentuk kuat. Ini fondasi penting dalam mewujudkan Kota Malang yang ‘Mbois Berkelas’ secara berkelanjutan,” tandasnya.
Hadir dalam puncak acara tersebut jajaran Forkopimda dan otoritas keuangan, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Kota Malang H. Abdurrochman, S.H., Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Puspriadi, Kepala OJK Malang Farid Falatehan, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Bambang S. Hidayat, Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur Cita Mellisa, serta para pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan se-Malang Raya.mut






